Breaking News:

Jelang Pilpres 2019, Masyarakat Harus Cerdas Memilih Berita, Terutama dari Facebook

Penyebaran hoax atau berita bohong sekarang kerap terjadi. Terutama melalui sosial media, salah satunya Facebook.

TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Akademisi, Giri Lumakto saat memberikan materi di diskusi Pasar Gede, Solo, Senin (19/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penyebaran hoax atau berita bohong sekarang kerap terjadi.

Terutama melalui sosial media, salah satunya Facebook.

Kondisi ini disebabkan karena minimnya minat literasi masyarakat terhadap media sosial.

"Apa yang terjadi di media sosial menjadi berita utama, 43% orang Amerika percaya berita di Facebook, bukan berita di New York Times," kata akademis, Giri Lumakto saat diskusi bertajuk Pengaruh Media Sosial Terhadap Dinamika Sosial-Politik di Indonesia, di Pasar Gede, Solo, Senin (19/11/2018) malam.

Pengamat Politik: Prabowo Tak Berniat Memenangkan Pilpres jika Abaikan PKS di DKI Jakarta

Dirinya juga menjelaskan bahwa berita-berita yang berseliweran tersebut banyak menimbulkan polarisasi politik.

Bahkan beberapa berita pun ternyata bukan berita benar alias hoax.

"Di sosial media semua orang bisa bicara, semua orang punya akun bahkan tidak cukup satu, kita orang Indonesia harus berkaca kepada kejadian kejadian yang sudah ada," katanya.

Beberapa kejadian mengenai berita medsos ini antara lain Presiden Amerika Donald Trump diduga mengaktifkan ribuan akun yang berasal dari Rusia untuk menggiring opini di Facebook.

Sehingga orang-orang Amerika terpecah.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved