25 Bidang Usaha Berpotensi Digarap Asing, Prabowo Subianto Sindir Inkonsistensi Pemerintah

Pemerintah telah merevisi aturan daftar negatif investasi (DNI) 2018 untuk mendorong investor menanamkan modalnya di dalam negeri.

25 Bidang Usaha Berpotensi Digarap Asing, Prabowo Subianto Sindir Inkonsistensi Pemerintah
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Pemerintah telah merevisi aturan daftar negatif investasi (DNI) 2018 untuk mendorong investor menanamkan modalnya di dalam negeri.

Revisi itu dilakukan untuk menggenjot daya tarik investasi, sebab dari total 101 bidang usaha yang memberikan keterbukaan bagi penanaman modal asing dalam DNI 2016, sebanyak 51 bidang sepi peminat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonimian Darmin Nasution memastikan, sebanyak 25 bidang usaha dari 54 bidang usaha yang mengalami revisi DNI tersebut 100 persen boleh dimiliki oleh investor asing melalui Penanaman Modal Asing (PMA).

25 bidang usaha tersebut sebelumnya sudah terbuka untuk asing tapi porsi investasinya belum mencapai 100 persen.

Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Ingin Gaji Guru Naik hingga Jadi Rp 20 Juta

Perubahan tersebut dilakukan lantaran sebelumnya masih sedikit investor yang berinvestasi di sektor tersebut.

“Kita bikin 100 persen karena sebelumnya terlalu sedikit yang investasi," kata Menteri Darmin, Senin (19/11/2018) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Menanggapi hal itu, Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengaku bingung dengan inkonsistensi pemerintah dari yang sebelumnya menyebut ada 54 bidang usaha yang dikeluarkan dari DNI, namun kemudian berubah menjadi 25 bidang usaha.

“Waktu itu 54, dan kemudian berubah lagi jadi 28."

"Saya jadi bingung."

"I want to study next more,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu kepada awak media seusai menjadi pembicara di acara Indonesia Economic Forum (IEF), Rabu (21/11/2018) di Hotel Shangri-la Jakarta.

Tim Pemenangan Hormati Keputusan SBY yang Akan Kampanyekan Prabowo-Sandi pada Maret 2019

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved