Warga Jebres Demangan Solo Yakini tanah yang Ditempati Tak masuk Sertifikat HP 105

Mereka menuntut transparasi data dan sertifikat HP 18, 105 dan HP 106 yang berada di Jebres, Kademan, Solo

TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Warga saat melakukan orasi di depan kantor BPN, Solo, Kamis (22/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Puluhan Warga Jebres Demangan Solo mendatangi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau kantor Agraria dan Tata Ruang Solo, Kamis (22/11/2018) siang.

Warga membawa spanduk bertuliskan laksanakan perintah KIP! Buka sertifikat HP 18,105 dan 106 sekarang juga!.

Mereka menuntut transparasi data dan sertifikat HP 18, 105 dan HP 106 yang berada di Jebres, Kademan, Solo.

Tanah yang ditempati warga Jebres Demangan Solo, awalnya tanah milik negara No.105.

Peringatan Maulid Nabi di Pendopo Graha Satya Praja, Bupati Sukoharjo Bicara Keteladanan Rasul

Kemudian Pemkot Solo mengajukan sertifikat tanah ke BPN.

Setelah sertifikat keluar warga digusur karena tanah yang ditempati warga akan digunakan Pemkot untuk pengembangan Solo Tekhno Park.

"Kami meyakini tanah yang ditempati warga ini tidak masuk ke dalam sertifikat tanah HP 105 milik Pemkot Solo," kata Ketua paguyuban warga Kampung Demangan, Bambang Ahmad Yusuf kepada Tribunsolo.com.

"Maka itu kita ingin BPN buka data sertifikat itu ke publik," ujarnya.

Warga korban pengusuran Pemkot sendiri telah mengadukan persoalan ini ke Komisi Informasi Publik Jateng.

‚ÄčAngkringan Cabuk Kupatmu, Cara SD Cemara 2 Solo Tingkatkan Literasi Siswa

Hasilnya BPN diminta transparan membuka data soal peta batas wilayah sertifikat HP 105 ke warga Kampung Demangan.

Namun sampai sekarang keputusan KIP belum dijalankan BPN.

Rata rata warga Jebres Kademangan telah menampati rumah mereka selama 19-20 tahun. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved