Diperiksa Polisi terkait Kasus Dugaan Korupsi, Dahnil Anzar: Konsekuensi Kritisi Pemerintah

Hari ini Dahnil dan Ketua Panitia Kegiatan dari Muhammadiyah, yaitu Ahmad Fanani, memenuhi panggilan polisi sebagai saksi terkait kasus itu.

Diperiksa Polisi terkait Kasus Dugaan Korupsi, Dahnil Anzar: Konsekuensi Kritisi Pemerintah
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/10/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pemanggilannya sebagai saksi kasus dugaan korupsi kegiatan kegiatan kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 sebagai sesuatu yang dicari-cari dan merupakan konsekuensi sikapnya mengkritik pemerintah.

"Yang jelas saya sejak awal paham betul konsekuensi dari sikap saya mengkritisi pemerintah, kemudian bersikap terhadap pemerintah."

"Jadi saya termasuk terhadap pihak aparatur keamanan."

"Jadi kemudian sekarang gak tahu dicari-cari apa, nanti kita lihat masyarakat yang akan menilai," kata Dahnil di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/11/2018).

Polisi Panggil Dahnil Anzar terkait Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran Kemah Pemuda Islam Indonesia

Dahnil menambahkan, kegiatan kemah yang digelar di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017 itu diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) Republik Indonesia dan melibatkan Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor.

"Tapi anehnya cuma kami yang diperiksa dan dicari-cari."

"Yang kedua, saya paham sekali ini konsekuensi dari sikap saya selama ini."

"Jadi udah dicari-carilah."

"Tapi nanti kita lihat pemeriksaannya bagaimana, kita tunggu saja," kata dia, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Polda Metro Jaya Tanggapi Keluhan Dahnil yang Merasa Diperlakukan seperti Tersangka

Hari ini Dahnil dan Ketua Panitia Kegiatan dari Muhammadiyah, yaitu Ahmad Fanani, memenuhi panggilan polisi sebagai saksi terkait kasus itu. 

Halaman
12
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved