Breaking News:

BREAKING NEWS: Massa Aksi Damai Protes PT RUM Bergerak Menuju Sukoharjo, Dipecah ke 3 Titik

Massa yang menolak PT RUM akan dibagi menjadi tiga kelompok di Sukoharjo. Yakni Kantor Pemkab, Dinas Lingkungan, dan Mapolres.

TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Massa mulai bergerak menuju Kota Sukoharjo untuk melakukan aksi damai terkait protes terhadap PT Rayon Utama Makmur (RUM), Selasa (27/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pada Selasa (27/11/2018) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, massa yang berkumpul di Kantor Kecamatan Nguter mulai bergerak menuju Kota Sukoharjo.

Menurut Pembina Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo, Ari Suwarno, massa akan dibagi menjadi tiga kelompok.

"Massa utama ke Kantor Pemkab Sukoharjo, Forum Perempuan Pejuang Lingkungan (PPL) menuju ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo, dan Jaringan Pemuda Sukoharjo (Janpes) menuju ke Mapolres Sukoharjo," ujar Ari.

Adapun, tujuan aksi ini untuk menuntut kejelasan SK Bupati Sukoharjo yang dikeluarkan Februari 2018 lalu tentang penghentian selama 18 bulan untuk PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) bisa membenahi pengolahan limbah.

Hari Ini Ribuan Warga Bakal Gelar Aksi Damai dari Nguter ke Sukoharjo Protes PT RUM

Selain itu, massa meminta pemerintah memberikan sanksi dan menutup PT RUM yang dianggap mengganggu lingkungan sekitar pabrik.

Dan meminta agar Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, ikut mengupayakan pembebasan tujuh aktivis yang ditahan beberapa waktu yang lalu karena aksinya terhadap PT RUM.

Menurut Ari, warga saat ini semakin resah karena bau limbah yang dikeluarkan PT RUM sangat menyengat, semakin parah, dan semakin luas jangkauannya.

"Mengganggu dan meresahkan warga, aktivitas dan kesehatannya terganggu," tegas Ari.

"Ada warga  hingga mengungsi di balai desa dan gedung PKK Kecamatan Nguter," imbuhnya.

Tim Riset UGM Yogyakarta Cek Pengolahan Limbah PT RUM Sukoharjo dengan Wet Scrubber

Ari dan sejumlah komunitas mengaku sudah menempuh berbagai cara agar PT RUM bisa diproses lewat jalur hukum.

"Kita sudah (mengadu) ke kepolisian, Komnas HAM, Dinas Lingkungan Hidup, tapi mereka hanya menjawab secara normatif," terangnya

Massa yang ikut aksi damai protes PT RUM hari ini diprediksi mencapai 4.000 orang.

Ari berharap tuntutan massa terkait PT RUM bisa terpenuhi dan aksi berjalan secara damai juga lancar.

Dihadang Polisi, Pendemo PT RUM Gagal Bertemu Sujiatmi, Ibu Jokowi, di Solo

Sebelumnya, diketahui manajemen PT RUM beserta ahli kimia dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengklaim jika limbah aman.

Menurut tim riset UGM, ambang batas baku mutu limbah sebesar 30 kg H2S untuk 1 ton fiber rayon, PT RUM mampu mencapai 1 kg saja.

Artinya, limbah PT RUM bisa ditekan hingga jauh dari baku mutu yang diterapkan pemerintah. 

Tetapi kenyataannya sejumlah warga masih mengeluhkan bau busuk. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved