PT RUM Sukoharjo Persiapkan Teknologi Baru untuk Mengatasi Limbahnya yang Ganggu Masyarakat

"RUM selalu berupaya untuk menekan gangguan buruk dari udara, RUM akan segera melakukan proses ulang Limbah," terang Bintoro.

PT RUM Sukoharjo Persiapkan Teknologi Baru untuk Mengatasi Limbahnya yang Ganggu Masyarakat
TribunSolo.com/Agil Tri
Bintoro Dibyoseputro, Sekertaris PT RUM saat ditemui wartawan seusai melakukan rapat dengan aktifis FMPLS Dan Bupati Sukoharjo, Selasa (27/11/2018) di Kantor Dinas Bupati 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Menyikapi aksi demo yang dilakukan Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Sukoharjo (FMPLS), Selasa (27/11/2018), di halaman Kantor Pemda Sukoharjo, Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, memberikan waktu lima hari kepada PT RUM untuk memberhentikan proses produksi.

Lima hari merupakan dispensasi bagi PT RUM di Sukoharjo untuk menghabiskan bahan baku yang sudah masuk ke dalam mesin produksi.

Setelah itu per tanggal 2 Desember, Bupati mengharap PT RUM melakukan pembenahan agar limbahnya bisa dikelola dengan baik sehingga tidak mengganggu masyarakat.

Wardoyo Buat Surat Keputusan Terkait Limbah PT RUM

Menyikapi hal ini Bintoro Dibyoseputro, selaku Sekertaris PT RUM mengungkapkan akan terus membenahi pengelolaan limbahnya supaya tidak mengganggu masyarakat dikemudian hari.

"RUM selalu berupaya untuk menekan gangguan buruk dari udara, RUM akan segera melakukan proses ulang Limbah," terang Bintoro.

Pihaknya mengaku untuk melenyapkan bau secara 100% tidak bisa, hanya saja PT RUM mengupayakan untuk mengurangi bau tersebut.

"Saat ini kita sudah meminimalisir H2S dengan teknologi Wet Scrubber," ungkapnya.

Kedepannya dengan alat baru yang akan digunakam PT RUM akan mendaur ulang H2S menjadi H2SO4.

Massa Berdemo di Mapolres Sukoharjo, Menuntut Pembebasan Aktivis yang Ditahan karena Kasus PT RUM

"Teknologi baru itu namanya H2SO4 recovery. Jika pak Bupati tadi bilang harganya US$ 18 Juta, bisa sesuai kapasitas dan bisa naik hingga US$ 50 Juta," terangnya

"Dengan teknologi ini H2S bisa dikembalikan lagi menjadi H2SO4," imbuhnya

Pihaknya mengaku terbuka menghadapi keluhan warga, dan akan memasang monitor kadar limbahnya yang bisa dilihat secara umum, agar bisa dipantau bersama-sama. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved