Pesawat Lion Air Jatuh

KNKT Rekomendasikan 2 Hal Penting bagi Lion Air Terkait Kecelakaan Lion Air JT 160

Dua rekomendasi KNKT dikeluarkan berdasarkan hasil investigasi awal KNKT atas pesawat Lion Air JT 160b yang jatuh di perairan Karawang tersebut.

KNKT Rekomendasikan 2 Hal Penting bagi Lion Air Terkait Kecelakaan Lion Air JT 160
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Emergency Locator Transmitter (ELT) dan roda pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 di Dermaga JICT 2 Pelabuuan Tanjung Priok, Senin (5/11/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberi dua rekomendasi kepada Lion Air pascajatuhnya pesawat JT 160 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada 28 Oktober lalu.

Dua rekomendasi ini berdasarkan hasil investigasi awal KNKT atas pesawat yang jatuh di perairan Karawang tersebut.

"KNKT melihat masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki," kata Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, saat merilis temuan awal jatuhnya pesawat, di Kantor KNKT, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Rekomendasi pertama, KNKT meminta Lion Air meningkatkan budaya keselamatan.

KNKT Sebut Lion Air PK-LQP Alami 6 Masalah Sebelum Jatuh

Caranya adalah dengan menjamin implementasi dari operasi manual yang baru diberikan oleh Boeing.

"Ini dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan dan untuk menjamin pilot dapat mengambil keputusan guna meneruskan atau tidak meneruskan penerbangan," kata Nurcahyo, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Nurcahyo menyoroti penerbangan rute Denpasar-Jakarta, penerbangan terakhir sebelum pesawat dengan registrasi PK-LQP itu jatuh di perairan Karawang.

Menurut KNKT, kondisi pesawat saat penerbangan itu sudah tidak layak untuk terbang karena mengalami berbagai masalah.

Hasil Penelusuran KNKT, Lion Air PK-LQP Tak Layak Terbang Saat Tempuh Denpasar-Jakarta

"Menurut pendapat kami, seharusnya penerbangan itu tidak dilanjutkan," kata Nurcahyo.

Rekomendasi kedua, KNKT juga meminta Lion Air menjamin semua dokumen operasional diisi dan didokumentasikan secara tepat.

"Karena dalam penerbangan JT 610 itu dicatat pramugarinya ada lima orang, padahal sebetulnya ada enam orang," kata Nurcahyo.

Nurcahyo mengatakan, temuan yang disampaikan KNKT hari ini merupakan laporan awal, yakni laporan yang didapat setelah 30 hari seusai kejadian kecelakaan.

Menanti Selama Satu Bulan, Istri Haykal Kamil Lega Jenazah Sepupu Korban Tragedi Lion Air Ditemukan

Laporan ini bukan merupakan kesimpulan tentang kecelakaan.

"Jadi ini adalah mengenai fakta, di dalamnya tidak ada analisa dan kesimpulan, karena faktanya belum semuanya terkumpul," kata dia. (Kompas.com/Ihsanuddin)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul KNKT Minta Lion Air Tingkatkan Budaya Keselamatan

Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved