Majelis Hakim Tolak Gugatan Perdata Ayah Korban Kasus Mercy VS Honda Beat

Kasus perdata sisipan yang diajukan Suharto, yang tidak lain adalah ayah dari korban tabrakan maut Mercy Vs Beat ditolak Pengadilan Negeri Surakarta.

Majelis Hakim Tolak Gugatan Perdata Ayah Korban Kasus Mercy VS Honda Beat
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Suasana persidangan lanjutan kasus tabrakan maut antara pengemudi Mercy vs pengendara Honda Beat, di Pengadilan Negeri Surakarta, Rabu (28/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kasus perdata sisipan yang diajukan Suharto, yang tidak lain adalah ayah dari korban tabrakan maut Mercy Vs Beat ditolak oleh Pengadilan Negeri Surakarta.

Penolakan tersebut diputuskan setelah majelis hakim melakukan diskusi.

Majelis hakim membeberkan bahwa dalam pasal 98-101 KUHAP tentang penggabungan perkara gugatan ganti kerugian, yang berhak mengajukan adalah ahli waris.

Saksi di Sidang Tabrakan Maut Mercy VS Honda Beat Sebut Keluarga Korban Terima Rp 1,1 Miliar

“Karena korban sudah menikah dan memiliki satu orang anak, maka ahli waris yang sah adalah istri dan anaknya," kata Majelis Hakim yang dipimpin oleh Krosbin Lumbangaol saat sidang kasus tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta Rabu (28/11/2018) siang.

"Kecuali korban masih lajang, maka ahli warisnya adalah orang tua, begitu aturannya," katanya.

Selain itu juga sudah ada kesaksian dan surat peryataan jika ahli waris sudah menerima ganti rugi dan santunan sebesar Rp 1,1 Miliar.

Mendengar pernyataan tersebut, Suharto mengutarkan keberatan.

Sebagai orangtua dirinya merasa dilangkahi karena pemberian ganti rugi dan santunan tanpa sepengetahuannya.

"Sebenarnya saya juga sudah ikhlas, tetapi kenapa saya tidak diberi tahu kalau sudah ada perjanjian tersebut," katanya.

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved