Terbitkan HP 40 dan 41 Lahan Sriwedari, BPN Solo Dianggap Salahi Aturan

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surakarta telah menerbitkan sertifikat hak pakai nomor 40 dan 41 tanah Sriwedari menjadi milik Pemkot Solo

TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat, Muhammad Taufiq saat jumpa pers di MTP Laweyan, Solo, Jumat (30/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surakarta telah menerbitkan sertifikat hak pakai nomor 40 dan 41 tanah Sriwedari menjadi milik Pemkot Solo.

Hak Pakai (HP) 40 yang saat ini digunakan Stadion Sriwedari sedangkan HP 41 di bekas Taman Hiburan Rakyat (THR), Kantor Dinas Pariwisata, serta Museum Radya Pustaka.

Keputusan BPN Surakarta tersebut berbuntut panjang.

BPN dinilai melanggar Pasal 421 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang seorang pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan, memaksa seseorang melakukan atau membiarkan sesuatu diancam dengan hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Ini Nama Kapolsek Baru di Wilayah Polres Karanganyar

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Advokasi Reaksi Cepat, Muhammad Taufiq.

Dirinya mengatakan tanah Sriwedari yang selama ini diklaim Pemkot Solo seharusnya dikembalikan ke ahli waris RMT Wirjodiningrat.

Apalagi setelah adanya penetapan sita oleh Pengadilan Negeri Solo bernomor :10/PEN.PDT/EKS/2015/PN.Skt. Jo No:31/Pdt.G/2011/PN.SKA Jo No:87/Pdt/2012/PT.Smg Jo No:3249-K/Pdt/2012 tertanggal 26 September 2018.

"Pemkot Solo seharusnya patuh hukum," katanya kepada Tribunsolo.com, Jumat (30/11/2018) siang.

"Ini kan aneh jadinya, BPN Solo menerbitkan sertifikat tanah yang masih dalam sengketa tanpa lebih dulu koordinasi dengan Pengadilan Negeri Solo," katanya.

KA Baru Joglosemarkerto Relasi Yogyakarta - Solo - Semarang - Purwokerto, Ini dia Tarifnya

Halaman
12
Penulis: Eka Fitriani
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved