Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Senilai Rp 150 Miliar

Polda Bali menetapkan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah senilai Rp 150 miliar.

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Senilai Rp 150 Miliar
TRIBUN-BALI.COM/DOKUMENTASI POLDA BALI
Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta (kanan), dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan yang dikeluarkan Ditreskrimsus Polda Bali. 

TRIBUNSOLO.COM, DENPASAR - Ditreskrimsus Polda Bali menetapkan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah senilai Rp 150 miliar di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Hal tersebut berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan yang dikeluarkan Ditreskrimsus Polda Bali, Jumat (30/11/2018).

Menurut tribun-bali.com yang dikutip TribunSolo.com, Sabtu (1/12/2018), surat itu menyebut, terhitung sejak tanggal 30 November 2018 terhadap saksi Drs I Ketut Sudikerta telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebab,  berdasarkan bukti yang cukup, diduga keras ia telah melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan atau dengan sengaja menggunakan atau memakai surat palsu atau yang dipalsukan dan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP dan atau Pasal 2, 63 ayat 2 KUHP dan Pasal 3 undang-undang RI No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan dan tindak pidana pencucian uang.

Polda Jatim Hentikan Penyidikan Kasus Penipuan Vila di Batu yang Seret Ahmad Dhani, Ini Alasannya

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja, membenarkan adanya penetapan tersangka itu saat ia dimintai konfirmasi tribun-bali.com, Jumat malam.

"Iya Bli, itu resmi dari Ditreskrimsus setelah melalui gelar perkara, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah," ujarnya singkat.

Adapun sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Sudikerta sudah dua kali menjalani pemeriksaan di Polda Bali terkait laporan LP/99/III/Ren 4.2/2018 SPKT Polda Bali tertanggal 15 Maret 2018 dan LP/ 367/Ren 4.2/X/2018/Bali/SPKT tertanggal 4 Oktober 2018.

Dalam laporan tersebut Sudikerta disebut melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pencucian uang atas dua bidang tanah SHM Nomer 5048/Jimbaran seluas 38.650 m2 dan SHM Nomer 16249/ Jimbaran seluas 3.300 m2.

Kemenpora Kembalikan Lagi Dana Kemah Pemuda Islam Rp 2 Miliar ke Pemuda Muhammadiyah

Kasubdit II Dit Reskrimsus Polda Bali, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, yang dikonfirmasi terkait penetapan tersangka Sudikerta pun membenarkan.

Tapi ia enggan berkomentar lebih lanjut mengenai status tersangka wakil gubernur yang juga politikus Partai Golkar tersebut.

Halaman
123
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved