Pengacara Korban yang Diduga Ditipu Mantan Kades Sanggrahan Sukoharjo Tunggu P21 dari Jaksa

Mantan Kepala Desa Sanggarahan berinisial AS diduga melakukan tindak penggelapan dan penipuan sertifikat tanah kepada seorang warga Ngrongga.

Pengacara Korban yang Diduga Ditipu Mantan Kades Sanggrahan Sukoharjo Tunggu P21 dari Jaksa
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Advokat Haryo Anindito (kiri) selaku kuasa hukum korban dugaan penipuan dan penggelapan sertfikat tanah, Prawoto (kanan), difoto di Solo, Minggu (9/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Mantan Kepala Desa (Kades) Sanggarahan berinisial AS diduga melakukan tindak penggelapan dan penipuan kepada Warga Dusun Ngronggah RT 04/ RW 08, Kelurahan Sanggrahan, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, bernama Prawoto (48).

Kuasa hukum korban penipuan dan penggelapan sertifikat tanah oleh mantan kades, Haryo Anindito kepada TribunSolo.com menjelaskan bahwa pada 27 November 2018 berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), berkas perkara telah dilimpahkan ke Kejaksaan (Tahap I).

"Harapannya kejaksaan segera menyatakan P21 atau pemberitahuan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap dan segera dilimpahkan ke pengadilan," katanya Minggu (9/12/2018) siang.

"Agar segera diproses karena memang sudah lama juga prosesnya," lanjut Haryo.

Haryo menjelaskan saat ini keterangan saksi dan akta tanah atas nama Prawoto sudah disita oleh kepolisian dan diserahkan ke kejaksaan.

Pengacara Korban Sebut Mantan Kades Sanggrahan Sukoharjo Jadi Tersangka Dugaan Penipuan

Peristiwa bermula pada 2008 lalu, Prawoto meminjam uang Rp 400 ribu kepada AS dengan jaminan sertifikat tanah HM No.3486 seluas 115 meter persegi.

Hingga tahun 2011 Prawoto melunasi utangnya sebesar Rp 400 ribu kepada AS.

Namun, sertifikatnya jaminannya ditahan dengan alasan aman disimpan AS.

Setelah itu upaya untuk mengambil sertifikat terus dilakukan tetapi selalu ditolak oleh AS.

Sampai kemudian pada 2013, AS diketahui pindah dari rumahnya di Desa Sanggrahan ke wilayah Wonogiri.

Berselang dua tahun kepindahan AS, korban didatangi seseorang.

Orang tersebut mengatakan bahwa sertifikat Prawoto dibawa oleh seseorang berinisial SPJ.

Prawoto kaget karena orang yang menyatakan diri sebagai suruhan itu mengatakan AS telah menggadaikan sertifikat milik Prawoto kepada SPJ dengan uang sebesar Rp 20 juta.

Merasa dirugikan, awal tahun 2018, Prawoto membawa kasus tersebut kepada Kantor Hukum Sambuana Jaya Lawfirm. (*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved