Komnas Perempuan Dorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Segera Disahkan

Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual.

Komnas Perempuan Dorong RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Segera Disahkan
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Acara Refleksi 20 Tahun Penegakan HAM Perempuan di Indonesia di Solo, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual.

Hal tersebut dikarenakan seiring adanya perluasan aturan mengenai kekerasan seksual yang ada saat ini.

Ketua Subkomisi Pengembangan Sistem Pemulihan Komnas Perempuan Indri Suparno mengatakan ada 15 bentuk kekerasan seksual dicoba untuk dituangkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang ditawarkan.

"Namun setelah dikaji hanya 9 yang memenuhi unsur tindak pidana, yakni dari 15 jenis yang ditawarkan," katanya kepada wartawan saat ditemui dalam acara Refleksi 20 Tahun Penegakan HAM Perempuan di Indonesia di Solo, Senin (10/12/2018).

Komnas Perempuan: Kasus Kekerasan terhadap Perempuan Meningkat

Dan pihaknya menginginkan sembilan bentuk kekerasan seksual ini dapat disetujui oleh Panitia Kerja Komisi VIII DPR RI yang membidangi tentang perempuan dan agama.

"Karena RUU ini kan merupakan Proleknas Prioritas 2017 dan Proleknas Prioritas 2018, tetapi sampai sekarang tidak dibahas-bahas padahal tahun 2018 mau habis," katanya.

Pihaknya mengatakan sembilan jenis kasus tersebut, di antaranya perkosaan dengan keluasan definisi, dan perdagangan perempuan untuk tujuan seksual.

Selain itu perkawinan paksa, sterilisasi paksa, pelecehan seksual, perbudakan seksual, dan eksploitasi seksual termasuk prostitusi paksa.

Pihaknya juga mengatakan, dalam hukum positif di Indonesia hanya ada tiga bentuk kekerasan seksual yang diatur oleh UU.

Halaman
12
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved