Novel Baswedan: Beberapa Pegawai KPK Pernah Diculik, Diteror dan Tak Pernah Terungkap

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan mengungkapkan, selain dirinya, banyak penyidik KPK lainnya yang mengalami aksi teror.

Novel Baswedan: Beberapa Pegawai KPK Pernah Diculik, Diteror dan Tak Pernah Terungkap
(ANTARA FOTO/MONALISA)
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8/2017). 

TRIBUNSOLO.COM - Penyidik Senior KPK Novel Baswedan mengungkapkan, selain dirinya, banyak penyidik KPK lainnya yang mengalami aksi teror.

Hal itu dikatakan Novel saat melakukan peluncuran jam hitungan penyerangan air keras terhadap dirinya.

"Ada beberapa pegawai KPK yang pernah diculik, diteror, dan semuanya tidak ada yang dijelaskan, dibicarakan, apalagi diungkap," ungkap Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2018).

Jika kejadian yang menimpa pegawai KPK itu tidak pernah terungkap, ia mengkhawatirkan para koruptor akan semakin merajalela.

Tanggapi soal Perkembangan Kasus Novel Baswedan, Presiden Jokowi: Silakan Tanya ke Kapolri

Kemudian semangat para pegawai KPK dalam upaya memberantas tindakan korupsi semakin menurun.

"Ini suatu hal yang luar biasa buruk. Tentunya keburukan ini saya khawatir akan membuat pelaku-pelaku korupsi semakin berani dan juga semakin menurunkan semangat melawan korupsi di Indonesia," ucap Novel.

Aktivis HAM: Jokowi dan Prabowo, Keduanya Tidak Ramah terhadap HAM

Ia pun mendesak agar Presiden Joko Widodo segera membentuk tim gabungan pencari fakta untuk dapat mengungkap kasus-kasus yang menimpa kawan seperjuangannya itu.

"Desakan dari saya termasuk wadah pegawai kepada bapak presiden agar bapak presiden mau membentuk tim gabungan pencari fakta agar langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih optimal," harapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Novel Baswedan Ungkap Beberapa Pegawai KPK Pernah Diculik, Hingga Kini Tidak Terungkap
Penulis: Ilham Rian Pratama

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved