Tsunami dan Gempa di Palu dan Donggala

Para Ahli Menemukan Petunjuk Penting di Dasar Laut soal Tsunami Palu

Para ahli menemukan adanya penurunan signifikan di dasar laut. Temuan ini didapat dari survei di pesisir pantai kota Palu.

Para Ahli Menemukan Petunjuk Penting di Dasar Laut soal Tsunami Palu
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, luluh lantak akibat gempa bumi terlihat, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak. 

TRIBUNSOLO.COM - Setelah gempa berkekuatan 7,8 menhantam Palu akhir September lalu, kini para ahli menemukan adanya penurunan signifikan di dasar laut. Temuan ini didapat dari survei di pesisir pantai kota Palu.

Penurunan signifikan ini diyakini ikut menyebabkan air bergerak secara tiba-tiba yang kemudian menerjang daratan.

Lebih dari 2.000 orang kehilangan nyawa mereka setelah gempa dan tsunami menerpa Palu dan sekitarnya. Saat itu, para peneliti mengaku cakupan gelombang tersebut mengejutkan mereka.

Namun, hasil awal dari berbagai investigasi yang dikumpulkan di pertemuan Persatuan Geofisika Amerika di Washington DC pada 10-14 Desember 2018 perlahan mengungkap misteri dari fenomena ini.

Fotografer, MUA, dan Model Soloraya Galang Donasi untuk Korban Gempa dan Tsunami di Palu

Gempa terjadi pada patahan sesar geser (strike-slip fault), di mana dua lempeng bumi berbenturan dan salah satu lempeng terus bergeser secara horisontal. Konfigurasi ini umumnya tidak dikaitkan dengan tsunami besar.

Akan tetapi, inilah yang terjadi pada 28 September menjelang maghrib.

Dua gelombang besar terpantau dan yang terakhir merupakan gelombang terbesar, menjangkau daratan sejauh hampir 400 meter.

Udrekh Al Hanif dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), mengatakan kepada pertemuan Persatuan Geofisika Amerika bahwa sumber tsunami semestinya berjarak sangat dekat dengan Kota Palu mengingat interval antara gempa dan munculnya gelombang besar hanya berkisar kurang dari tiga menit.

Dia dan rekan-rekannya berupaya mencari jawabannya pada peta kedalaman laut (bathymetric) di teluk sempit yang mengarah ke Palu.

Tim tersebut masih berupaya menemukan hasil-hasilnya, namun data mengindikasikan dasar laut di sebagian teluk merosot akibat gempa.

Halaman
123
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved