Tsunami dan Gempa di Palu dan Donggala

Para Ahli Menemukan Petunjuk Penting di Dasar Laut soal Tsunami Palu

Para ahli menemukan adanya penurunan signifikan di dasar laut. Temuan ini didapat dari survei di pesisir pantai kota Palu.

Para Ahli Menemukan Petunjuk Penting di Dasar Laut soal Tsunami Palu
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, luluh lantak akibat gempa bumi terlihat, Sabtu (6/10/2018). Gempa bumi Palu dan Donggala bermagnitudo 7,4 mengakibatkan sedikitnya 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak. 

Hermann Fritz, dari Georgia Institute of Technology di Amerika Serikat, mengatakan bencana Palu menunjukkan tantangan yang dihadapi warga setempat.

"Tsunami ini tiba dengan sangat cepat, hanya dalam beberapa menit," ujarnya.

"Akibatnya tidak ada waktu untuk peringatan. Itu sangat berbeda dari Jepang (pada 2011), yang ada banyak waktu, lebih dari 30 menit sampai orang pertama meninggal akibat tsunami. Itulah tantangan pada tsunami lokal ini, orang harus mengevakuasi sendiri."

Widjo Kongko, juga dari BPPT, mengemukakan ada semacam sikap berpuas diri setelah latihan kedaruratan digelar di Palu pada 2012.

"Peringatan menyebut untuk pergi ke dataran lebih tinggi dalam 5-10 menit. Orang harus paham bahwa tsunami bisa datang jauh lebih cepat." (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Petunjuk Penting soal Tsunami Palu Ditemukan di Dasar Laut, Apa Itu?"
Editor : Gloria Setyvani Putri

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved