Hampir Tutup Tahun 2018, Jumlah Investor Pasar Modal di Solo Tumbuh Positif

Jumlah investor ritel di pasar modal di Solo mengalami kenaikan cukup signifikan. Ada pertumbuhan investor sebesar 1086 investor dari Oktober 2018.

Hampir Tutup Tahun 2018, Jumlah Investor Pasar Modal di Solo Tumbuh Positif
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Program akhir tahun BEI Surakarta di CFD Solo, Minggu (16/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jumlah investor ritel di pasar modal di Solo mengalami kenaikan cukup signifikan.

Menurut data yang dihimpun TribunSolo.com dari Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga November 2018 ada pertumbuhan investor sebesar 1086 investor dari bulan lalu Oktober 2018.

Di mana pada Oktober 2018 jumlah investor pasar modal 26.297 investor, sedangkan bulan November 2018 naik menjadi 27.383 investor.

Sementara apabila dilihat dari bulan ke bulan selama periode 2018 juga terus mengalami peningkatan cukup signifikan.

BEI dan FE Unisri Solo Perpanjang Kerja Sama Edukasi Pasar Modal

Yakni pada Januari 2018 jumlah investor Surakarta sebesar 20.886, investor Februari 2018 berjumlah 21.185 investor, kemudian Maret 2018 berjumlah 21.503 investor.

Kemudian pada April 2018 berjumlah 21.888 investor, Mei 2018 berjumlah 22.485 investor , kemudian Juni 2018 berjumlah 22.665 investor.

Dan untuk Juli 2018 jumlah investor Solo sebesar 22.772 investor, kemudian Agustus 24.257 investor, dan kemudian September 2018 berjumlah 25.464.

Sementara Kepala BEI Surakarta, M Wira Adibrata, mengatakan, secara keseluruhan jumlah investor hingga November 2018 sebanyak 6.701.

Laporan BEI, Gerak Investor di Indonesia Masih Terpusat di Pulau Jawa

"Sementara untuk target 2018 ini yakni sebesar 7.000 investor pasar modal, sehingga sudah terealisasi sebesar 96 persen," katanya kepada Tribunsolo.com, Minggu (16/12/2018).

Jumlah investor tersebut merupakan jumlah single investor identification (SID) terkonsolidasi yang terdiri atas investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga (SBSN) dan efek lain yang tercatat di KSEI.

Sementara untuk lebih menjangkau investor lokal Kota Surakarta, sekaligus menambah literasi serta inklusi pasar modal, BEI Surakarta menggelar program akhir tahun di area Car Free Day (CFD) Kota Solo, pada Minggu (16/12/2018).

Melalui program ini, pihaknya mencoba lebih banyak menjaring investor lokal melalui pembukaan rekening pasar modal secara gratis.

"Harapannya akhir tahun target kami dapat tercapai, dan tingkat literasi serta inklusi pasar modal di Surakarta akan meningkat," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved