Sumber Air Menjadi Kendala Utama Petugas Damkar Sukoharjo saat Memadamkan Api

Periode November 2018, dua pabrik di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, terbakar dalam rentang waktu kurang dari 10 hari.

Sumber Air Menjadi Kendala Utama Petugas Damkar Sukoharjo saat Memadamkan Api
ISTIMEWA
Dokumentasi kegiatan simulasi memadamkan api di waduk mulur bersama relawan Damkar Sukoharjo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Periode November 2018, dua pabrik di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, terbakar dalam rentang waktu kurang dari 10 hari.

Hal ini menambah daftar peristiwa kebakaran yang terjadi di Sukoharjo, belum lagi sebuah ruko di komplek pertokoan di Solo Baru juga sempat terbakar pada Desember ini.

Pantauan TribunSolo.com, di lokasi kebakaran, banyak bangunan pada perusahaan besar yang tidak memiliki water hydran atau water tank.

Kabid Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukoharjo, Margono, membenarkan belum semua perusahaan besar di Sukoharjo memiliki water hydran atau water tank.

Sepanjang 2018, Angka Kebakaran di Sukoharjo Semakin Tinggi dengan Kerugian Semakin Rendah

"Kalau secara detailnya kita akan lakukan pendataan terlebih dahulu, supaya datanya jelas," lanjut Margono.

Padahal sumber air ini menjadi hal yang utama jika terjadi kebakaran, ditambah jika musim kemarau panjang yang mengakibatkan saluran irigasi kekeringan.

Margono mengatakan, saat ini di wilayah Solo Baru ada beberapa titik untuk pengambilan air seperti di Rumah Sakit Indriyanti, The Park Mall, dan Carefour.

"Bahkan tidak jarang kita mengambil air dari kolam yang berada di bawah patung Pandawa Solo Baru," ujar Margono.

Pemkot Solo Perkuat Pengamanan Pasar Legi Solo Darurat untuk Pedagang Pasar Legi Korban Kebakaran

Namun untuk daerah lain di Sukoharjo, masih minim tempat sumber air saat terjadi kebakaran, terlebih saat musim kemarau panjang.

Hal ini menurut Margono, menjadi dilema.

"Karena dalam situasi darurat petugas harus cepat memadamkan api, namun disisi lain, kita ada kendala air, sementara mobil kami paling durasinya menyemprotkan air hanya 15 menit dan harus mengisi air lagi," ungkap Margono.

Untuk menyikapi hal ini, Damkar Sukoharjo akan mengadakan rapat koordinasi pada Rabu (19/12/2018) mendatang yang dihadiri Pemkab Sukoharjo, BUMN, relawan, dan pihak swasta yang sering membantu dalam penanganan kebakaran.

"Fasilitas pengamanan gedung saat kebakaran kan sudah diatur dalam undang-undang, Perda juga ada, namun untuk hydran dan water tank masih belum memadai," tutup Margono. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved