Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi Jadi Sorotan, Arab Saudi Rombak Ulang Badan Intelijennya

Pemerintah Arab Saudi berencana untuk mereformasi badan-badan intelijennya usai terjadinya kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi Jadi Sorotan, Arab Saudi Rombak Ulang Badan Intelijennya
THE NATIONAL
Jamal Khashoggi 

TRIBUNSOLO.COM, RIYADH - Pemerintah Arab Saudi berencana untuk mereformasi badan-badan intelijennya usai terjadinya kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Reformasi dilakukan untuk memastikan badan-badan intelijen Arab Saudi selaras dengan kebijakan keamanan nasional, hukum internasional, dan hak asasi manusia.

Diberitakan media pemerintah Saudi, Kamis (20/12/2018), sebuah komite reformasi telah menggelar pertemuan tiga pekan usai kematian Khashoggi di awal Oktober.

Pihak berwenang telah mengatakan bahwa jurnalis tersebut dibunuh oleh beberapa orang berkewarganegaraan Arab Saudi saat mengunjungi kantor konsulat di Istanbul, Turki.

Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi, Donald Trump Tetap Dukung Putra Mahkota Arab Saudi

Meski demikian, nama Khashoggi tidak disebutkan dalam laporan Lembaga Pers Saudi (SPA) tentang rencana pemerintah dalam melakukan reformasi badan intelijen.

Menurut SPA, pemerintah Saudi akan membentuk empat departemen intelijen baru, untuk strategi dan pengembangan, urusan hukum, peninjauan internal, serta kegiatan intelijen.

Dilaporkan media itu, tujuan restrukturisasi dan reformasi lembaga intelijen tersebut adalah untuk menemukan celah dalam struktur organisasi, kemudian merekomendasikan solusi.

"Kerajaan Arab Saudi menyatakan akan melanjutkan pengembangan dan menata lembaga-lembaganya sebagai bagian dari strategi untuk mengembangkan sistem pemerintahan, terutama terhadap badan-badan keamanan dan intelijen, demi mencapai praktik internasional terbaik," tulis laporan media tersebut.

Dua Putri Mendiang Jamal Khashoggi Mengenang Sang Ayah Lewat Tulisan di The Washington Post

Kematian Jamal Khashoggi, seorang kolumnis di Washington Post, disebut berkaitan dengan sikapnya yang sering mengkritisi pemerintahan dalam Kerajaan Arab Saudi.

Banyak pihak yang menyebut pemerintah Saudi berada di belakang kasus pembunuhan ini, mengundang kritik dan kecaman dari masyarakat internasional.

Pemerintah Saudi yang semula membantah adanya kasus pembunuhan kemudian mengubah pernyataannya dan mengakui Khashoggi telah dibunuh di konsulat di Istanbul.

Namun Riyadh dengan tegas membantah tudingan banyak pihak yang menyebut Pangeran Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman terlibat dalam kasus pembunuhan.

Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi, Posisi MBS sebagai Putra Mahkota Terancam

Intelijen AS dan sejumlah pemerintah negara-negara Barat termasuk dalam pihak yang mencurigai adanya peran petinggi pemerintah Saudi dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

Namun Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya menegaskan, tidak ada bukti yang secara langsung menghubungkan putra mahkota Saudi dengan komplotan tersangka pembunuh Khashoggi. (Agni Vidya Perdana)

Artikel ini telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi, Saudi akan Reformasi Badan Intelijennya

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved