Breaking News:

Bawaslu Sebut Kerawanan Pemilu 2019 di Kota Solo pada Level Sedang

Bawaslu Surakarta sebut Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Karesidenan Surakarta pada tingkat sedang.

TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
(kedua dari kiri) Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Kota Surakarta Agus Sulistyo saat jumpa pers di Kantor Bawaslu Surakarta, Jumat (28/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menjelang Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta membeberkan bahwa Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Karesidenan Surakarta dengan dimensi kontestasi politik lokal dan penyelenggaraan pemilu mempunyai tingkat kerawanan sedang.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Kota Surakarta, Agus Sulistyo, saat jumpa pers di Kantor Bawaslu Surakarta.

"Indeks kerawanan sedang di provinsi Jateng, sedangkan di Provinsi Jateng pada pemilu kemarin juga IKP-nya juga sedang," katanya Jumat (28/12/2018) siang.

"Di semua TPS Kota Solo berpotensi mempunyai tingkat kerawanan meskipun dengan tingkat yang berbeda-beda," katanya.

IKP 2019, Bawaslu Indonesia diukur dari 4 dimensi utama.

KPU akan Luncurkan Aplikasi yang Berisi Informasi Pemilu 2019

Dari dimensi partisipasi politik Karesidenan Surakarta sebesar 43,70 persen, untuk konteks sosial politik Karesidenan Surakarta sebesar 43,55 persen.

Selain itu kontestasi politik atau bisa juga disebut sebuah persaingan politik antara rakyat dengan pemimpinnya sebesar 50,02 persen.

Untuk penyelenggaraan pemilu di Karesidenan Surakarta sebesar 57,57 persen.

Di Kota Solo sendiri terdapat 1.732 TPS yang tersebar di berbagai daerah pada Pemilu 2019.

"Akan berpotensi rawan jika tidak diantisipasi dan melakukan pencegahan sejak dini," katanya.

Agus menambahkan bahwa kontestasi penyelenggara Pemilu yang kompatibel serta peserta Pemilu yang matang dalam berdemokrasi menjadi faktor yang signifikan.

Dalam menentukan apakah TPS dalam kategori rawan atau tidak.

Potensi kerawanan pemilu dapat dilihat dari setiap tahapan yang dimulai sejak kampanye berlangsung 23 September 2018 selama 96 hari. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved