Breaking News:

Kota Solo Jadi Pilot Project Pengembangan PLTSa Metode Gasifikasi

Kota Solo menjadi pilot project pertama untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) metode gasifikasi.

Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Penandatanganan perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) PLTSa TPA Putri Cempo 5 MW antara PT PLN (Persero) dan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) sebagai investor proyek PLTSa, di Lodji Gandrung, Solo, Jumat (28/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kota Solo menjadi pilot project pertama untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) lewat metode gasifikasi.

Di mana sampah Kota Solo yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo akan diubah menjadi energi listrik.

Hal tersebut dipertegas dengan adanya penandatanganan perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) PLTSa TPA Putri Cempo 5 MW antara PT PLN (Persero) dan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) sebagai investor proyek PLTSa, di Lodji Gandrung, Solo, Jumat (28/12/2018).

Amir Rosidin, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN berujar kali ini baru tahap pertama proyek PLTSa Putri Cempo ini dengan menghasilkan listrik sebesar 5 Mega Watt (MW).

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Dijadwalkan Saksikan Penandatanganan PJBL PLTSa Putri Cempo Solo

"Dengan hasil 5 MW ini, diprediksi dapat mengaliri 10 ribu rumah tangga," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (28/12/2018).

Adapun proyek Pengelolaan Sampah menjadi tenaga Iistrik ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional dan juga Proyek Prioritas.

Sementara Direktur Utama PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) Erlan Suherlan berujar sampah yang ada di Kota Solo yakni dengan total 450 ton nantinya diolah menjadi energi sampah sebesar 10 Mega Watt (MG) perhari.

"Pembangunan PLTSa 10 MW Surakarta dilakukan secara bertahap, yaitu saat ini tahap pertama 5 MW, pada tahun 2019 tanpa Biaya Layanan Pengolahan Sampah (BLPS)," katanya.

"Tentunya PLTSa Putri Cempo ini diharapkan efektif mengatasi permasalahan klasik persampahan di Kota," tutup Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved