Faktor Para Tahanan di Rutan Solo Kerap Bersitegang, Ruang Berkapasitas 280 Ditempati 680 Orang

Kondisi Rutan Kelas 1 Solo saat ini normalnya ditempati 280 tahanan. Tapi jumlah tahanannya mencapai 680 orang sehingga rawan gesekan.

Penulis: Eka Fitriani | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jateng, Heni Yuwono, saat ditemui di Rutan Kelas 1 Solo, Sabtu (29/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Adanya keterbatasan ruang tahanan menjadi salah satu faktor terjadinya keributan di tahanan blok B Rutan Kelas I Surakarta pada Sabtu, (29/12/2018) pagi.

Keributan ini diakibatkan salah paham antar kedua orang hingga terjadi kontak fisik.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jateng, Heni Yuwono, kepada TribunSolo.com membeberkan kondisi Rutan Kelas 1 Solo saat ini normalnya ditempati 280 tahanan.

"Sedangkan lapas ini saja jumlah tahanannya mencapai 680," kata Heni kepada TribunSolo.com, Sabtu siang.

"Sudah berapa persen itu," lanjut dia.

Sempat Terjadi Keributan Antar-Tahanan hingga Massa Berdatangan, Ini Penjelasan Kepala Rutan Solo

Heni lantas menambahkan, kondisi rutan yang overload itu menjadikan semakin mudah terjadi gesekan antar penghuni.

"Tapi tetap akan kita optimalkan pengamanan di tengah keterbatasan personel," ujarnya.

Sementara itu, ditemui di Rutan Solo, Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai, memastikan keadaan di rutan saat ini sudah terkendali.

Masyarakat diminta tidak perlu terpengaruh dengan adanya keributan tersebut.

"Tadi sudah dimediasi, sudah clear semuanya," ungkap Andy.

"Masyarakat tidak perlu terpengaruh, semuanya aman," ujarnya.

Seperti diketahui, massa sempat berkumpul di depan Rutan kelas I Surakarta akibat insiden tersebut.

Hingga akhirnya pihak lapas mengadakan mediasi dan berakhir damai.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved