Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala

Ini Peran 4 Pegawai PUPR dalam Kasus Korupsi Proyek Penyediaan Air Minum untuk Tsunami Palu

KPK tetapkan 8 tersangka tindak pidana korupsi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di lingkungan kemenPUPR.

Ini Peran 4 Pegawai PUPR dalam Kasus Korupsi Proyek Penyediaan Air Minum untuk Tsunami Palu
(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 8 tersangka atas tindak pidana korupsi pembangunan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (30/12/2018) dini hari menjelaskan detil dugaan korupsi di Kementerian PUPR ini.

Diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Direktur Utama PT WKE (Wijaya Kesuma Emindo) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT TSP (Tashida Sejahtera Perkasa) Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo, sebagai tersangka.

KPK Amankan 20 Pejabat Kementerian PUPR saat OTT, Diduga Terkait Proyek Penyediaan Air Minum

Kemudian diduga sebagai pihak penerima, ada Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Saut menjelaskan, Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.

Dua proyek Iainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

"Anggiat menerima Rp350 juta dan USD5000 untuk pembangunan SPAM Lampung dan Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur," jelas Saut.

Kemudian, Meina menerima Rp1,42 miliar dan SSD22.100 untuk pembangunan SPAM Katulampa. Nazar menerima Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

"Terakhir Donny menerima Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1," ungkap Saut.

Anak Buahnya Kena OTT KPK, Menteri Basuki: Menyedihkan Hati dan Mengagetkan

Halaman
12
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved