Ribuan Mainan Tradisional Othok-othok Dibunyikan Saat Pergantian Tahun di Solo, Ini Maknanya

Perayaan menyambut tahun baru 2019 di Kota Solo, ditandai pemukulan gong dan gamelan, Selasa (1/1/2019) dini hari. Juga, membunyikan othok-othok.

Ribuan Mainan Tradisional Othok-othok Dibunyikan Saat Pergantian Tahun di Solo, Ini Maknanya
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Suara ribuan othok-othok turut meramaikan perayaan menyambut tahun baru 2019 di Kota Solo, Selasa (1/1/2019) dini hari.   

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -  Perayaan menyambut tahun baru 2019 di Kota Solo, Jateng, ditandai dengan pemukulan gong dan gamelan, Selasa (1/1/2019) dini hari.

Pantauan TribunSolo.com, setelah itu, ribuan masyarakat di Jl Slamet Riyadi Solo membunyikan salah satu mainan tradisional, yakni othok-othok.

Othok-othok merupakan permainan tradisional dari bilah bambu diberi pengait dan dimainkan dengan cara diputar berulang ulang sampai menghasilkan bunyi 'othok-othok'.

Mainan tradisional tersebut dibagikan oleh Pemerintah Kota Solo kepada warga yang hadir dalam perayaan malam pergantian tahun.

Gamelan dan Othok-othok Tandai Pergantian Tahun 2018 ke 2019 di Kota Solo, Jateng

Anak-anak pun ikut membunyikan othok-othok untuk meramaikan perayaan menyambut tahun baru 2019 di Kota Solo, Selasa (1/1/2019) dini hari.  
Anak-anak pun ikut membunyikan othok-othok untuk meramaikan perayaan menyambut tahun baru 2019 di Kota Solo, Selasa (1/1/2019) dini hari.   (TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO)

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy), mengatakan penggunaan othok-othok merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya Indonesia.

“Othok-othok harus dilestarikan, biar anak-anak juga tahu, kita punya mainan tradisional yang bagus,” kata Wali Kota Solo, Selasa dini hari.

Rudy berpendapat othok-othok melambangkan kreativitas.

“Othok-othok dibuat dari bambu, bahkan dari bahan sisa-sisa saja bisa jadi mainan yang unik,” terangnya.

Menikmati Tahun Baru dengan Menyantap Buah Durian dari Kebun di Kerjo, Karanganyar

“Itu melambangkan kreativitas, semoga kreativitas warga Solo bisa tumbuh dan berkembang seperti filosofi othok-othok,” imbuh Rudy.

Halaman
123
Penulis: Imam Saputro
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved