Berkas Kasus Vlog Idiot Lengkap, Apakah Ahmad Dhani Akan Ditahan? Ini Penjelasan Kajati Jatim

Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menyatakan berkas kasus vlog idiot yang melibatkan musisi Ahmad Dhani sudah lengkap.

Berkas Kasus Vlog Idiot Lengkap, Apakah Ahmad Dhani Akan Ditahan? Ini Penjelasan Kajati Jatim
KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL
Musisi Ahmad Dhani menyerahkan ponselnya ke penyidik Polda Jatim si Surabaya, Senin (12/11/2018). Ponsel itu menjadi salah satu barang bukti kasus Vlog Idiot. 

TRIBUNSOLO.COM, SURABAYA - Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menyatakan berkas kasus vlog idiot yang melibatkan musisi Ahmad Dhani sudah lengkap.

Saat ini, jaksa sedang menunggu pelimpahan barang bukti dan tersangka Ahmad Dhani dari penyidik Polda Jawa Timur.

"Berkas Ahmad Dhani sudah lengkap alias P21 sejak 3 Januari lalu," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kajati Jatim), Sinarta, Jumat (4/1/2019), di Surabaya.

"Kami sekarang sedang menunggu polisi menyerahkan barang bukti kasus dan tersangkanya," ujar dia dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Petugas Polda Jatim Sita Akun Instagram Ahmad Dhani untuk Barang Bukti Kasus Vlog Idiot

Apakah Ahmad Dhani nanti ditahan atau tidak, itu kewenangan penyidik.

"Penyidik punya pertimbangan sendiri tersangka ditahan atau tidak," jelasnya, Jumat (4/1/2019).

"Itu nanti urusan penyidik," ujarnya, 

Diberitakan TribunSolo.com sebelumnya, saat beberapa bulan lalu pentolan Dewa 19 itu dinyatakan berstatus tersangka oleh penyidik Polda Jawa Timur, Ahmad Dhani juga tidak ditahan.

Jarang Unggah Foto Ahmad Dhani, Mulan Jameela Pamerkan Potret Sang Suami Bersama Putra Bungsunya

Saat itu, penyidik beralasan bahwa ancaman hukuman dari kasus Ahmad Dhani di bawah 5 tahun, sehingga tidak perlu dilakukan penahanan kepada mantan suami Maia Estianty tersebut.

Adapun Ahmad Dhani menjadi tersangka karena diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) 2016 Pasal 27 ayat 3 terkait dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

Halaman
12
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved