Pilpres 2019

Kediaman Jokowi di Solo Dikepung Posko Prabowo-Sandi, Pengamat: Bentuk Propaganda Lemahkan Lawan

Strategi yang digunakan BPN Prabowo-Sandi dengan mendirikan posko di dekat kediaman Jokowi dinilai sebagai bentuk propaganda untuk lemahkan lawan.

Kediaman Jokowi di Solo Dikepung Posko Prabowo-Sandi, Pengamat: Bentuk Propaganda Lemahkan Lawan
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Poster Jokowi-Ma'ruf di sekitar Posko BPN Prabowo-Sandi di Jalan Letjen Suprapto, RT 03 RW 08 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (10/1/2019). 

Di posko itu, relawan akan disiapkan untuk menyosialisasikan visi misi Prabowo-Sandiaga.

"Di sana ada pelatihan untuk tim yang turun ke desa misalnya bagaimana cara mendekati masyarakat di desa-desa karena yang kita tuju itu masyarakat desa," kata dia.

Jelang Peresmian Posko BPN Prabowo-Sandi, Ketua RT Sebut Pihak BPN Telah Berikan Surat Pemberitahuan

Andalkan sosok Sandiaga

Diberitakan sebelumnya, pembukaan Posko Sekretariat Nasional (Seknas) Pemenangan Prabowo-Sandi Solo Raya yang diresmikan Sandiaga S Uno, dinilai oleh pengamat sebagai bukti jika Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengandalkan sosok Sandiaga.

"Kenapa bukan Prabowo yang meresmikan, itu soal pilihan strategi Prabowo," ungkap Pengamat Politik dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto kepada TribunSolo.com, Senin (31/12/2018).

Agus memaparkan, arah tersebut sebenarnya sudah terbaca sejak beberapa bulan ini Sandiaga S Uno terlihat sangat rajin ke daerah-daerah, di antaranya tiga hari terakhir ini di Solo Raya.

"Prabowo dan BPN lebih mengandalkan Sandiaga untuk intensif kampanye ke daerah, karena energik dan diduga menarik pemilih milineal," paparnya.

"Prabowo hanya di tempatkan sebagai simbol di level nasional."

Lebih lanjut dia menjelaskan, terkait pembukaan posko di dekat rumah Presiden Jokowi yang diresmikan Sandiaga S Uno, pengaruhnya tidak akan sebesar yang dibayangkan tim pemenangan Prabowo-Sandi.

"Ada pengaruhnya tetapi kecil, apalagi dengan target di Jateng," jelasnya.

"Kenapa, karena di Jateng ini pemilihnya loyal ke PDIP dan Jokowi."

Dosen Hukum dan Tata Negara Fakultas Hukum (FH) UNS itu menerangkan, justru keberadaan Seknas Prabowo-Sandi yang tidak hanya di dekat rumah Jokowi, akan membangkitkan pendukung Jokowi.

"Suara dukungan kepada Prabowo justru anjlok karena pendukung Jokowi makin solid yang disebabkan adanya tantangan baru dari pihak lawan," terang dia.

"Apalagi dengan istilah pasang badan di Kandang Banteng, ya melalui pendirian Seknas-Seknas di Jateng." (*)

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved