Breaking News:

Kuasa Hukum Novel Baswedan Sebut Tim Gabungan Hanya Akan 'Zero Hasil'

Kuasa hukum penyidik KPK Novel Baswedan, Haris Azhar, pesimistis kasus penyerangan Novel akan dapat dituntuntaskan tim gabungan bentukan Polri.

Editor: Junianto Setyadi
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Kuasa hukum penyidik KPK Novel Baswedan, Haris Azhar, dalam sebuah diskusi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). Dia juga dikenal sebagai pegiat isu Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA  - Kuasa hukum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Haris Azhar, pesimistis kasus penyerangan yang dialami Novel akan dapat dituntaskan melalui pembentukan Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan  oleh Polri.

Sebab, Haris menilai Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan tersebut tidak jauh berbeda dari tim penyidik di internal Polri.

"Sayangnya, (Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan) ini tidak cukup," ujar Haris kepada Kompas.com, Sabtu (12/1/2019), dan dikutip TribunSolo.com.

"Ini mirip dengan tim-tim sebelumnya, dominan polisi," kata pria yang juga dikenal sebagai pegiat isu Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ini. 

Polri Bentuk Tim Khusus untuk Mengusut Kasus Novel Baswedan

"Justru kan selama ini tim yang seperti ini yang sudah dapat stempel zero hasil," katanya menegaskan.

Adapun menurut salinan surat tugas Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019 yang diterima Kompas.com, tim gabungan terdiri dari 65 orang.

Sebanyak 53 orang berasal dari Polri, dua orang pakar, satu akademisi, satu orang dari unsur organisasi masyarakat sipil, satu orang Komisioner Kompolnas, dua orang mantan Komisioner Komnas HAM, dan lima orang dari unsur KPK.

"Memang ada nama-nama baru. Hendardi, Ifdhal Kasim, Nurkholis dan Poengky," kata Haris Azhar.

Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan: Kombinasi Perwira Tinggi Polri, KPK dan Lintas Profesi

"Tapi ini tim nama-nama sisipan saja dalam 'rumah lama' yang tidak pernah berbuah kerja," kata Haris.

Selain itu, lanjut Haris, pembentukan tim gabungan tidak sesuai dengan keinginan tim kuasa hukum dan unsur masyarakat sipil.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved