Satpol PP Solo Gencar Razia Pelajar yang Bolos Sekolah

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo mengintensifkan razia yang menyasar pelajar yang membolos sekolah.

Tayang:
Penulis: Imam Saputro | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Belasan pelajar yang membolos saat diamankan di kantor Satpol PP Solo, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo mengintensifkan razia yang menyasar pelajar yang membolos sekolah.

”Razia ini setiap hari kami lakukan, mulai pagi sampai siang, di lima kecamatan di Solo kami sudah punya titik-titik yang biasa digunakan pelajar untuk nongkrong,” kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuryanto, Selasa (15/1/2019).

Jika pelajar membolos di tempat game online, maka warung internet tersebut jugakan diberi peringatan oleh Satpol PP.

”Ketika ada yang tertangkap, maka sekolah dan orang tua juga kami panggil, agar ada pembinaan berkelanjutan,” kata Agus.

​Satpol PP Solo Amankan 12 Pelajar yang Bolos Sekolah

Satpol PP Solo mengamankan 12 pelajar yang membolos sekolah, Selasa (15/1/2019).

Belasan pelajar tersebut diamankan Satpol PP saat kedapatan nongkrong di warung di jam belajar di lima kecamatan di Solo.

”Ada 12 yang kami bawa ke kantor, mereka kami tangkap di jam-jam sekolah, tersebar di lima kecamatan di Solo, ” kata Agus.

Mereka terdiri dari delapan pelajar SMA dan empat pelajar SMP.

Kisah Legiman, Pengemis yang Terjaring Operasi Satpol PP Pati, Punya Rumah dan Tabungan Rp 1 Miliar

Belasan pelajar tersebut kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberi pembinaan.

”Kami cek juga hp mereka, antisipasi jika ada konten yang tidak sesuai maka kami sita,” ujarnya.

Setelah itu, kata dia, para pelajar diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

”Dan kami minta perwakilan sekolah untuk menjemput mereka,” kata Agus.

Sat Narkoba Polres Solo Razia Tempat Hiburan Malam dan Periksa Pemandu Karaoke

Agus menegaskan, jika para pelajar yang saat ini diberi pembinaan ketahuan membolos lagi, akan diwajibkan melakukan wajib lapor.

”Ada sistem lapor ke kami, tiap pagi orang tuanya lapor ke kami, si A sudah berangkat, dan sesampainya di sekolah, gurunya juga lapor ke kami, si A sudah sampai di sekolah,” kata dia.

Kemudian dalam waktu tertentu, para siswa dibawa ke Griya PMI, Mojosongo, untuk melihat kaum tunawisma agar siswa menyadari dampak dari membolos.

“Seperti refleksi, ini akibatnya jika tidak rajin sekolah, mumpung kalian masih diberi kesempatan sekolah,kira-kira seperti itu,” tutupnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved