Terkuak Transaksi Dugaan Prostitusi Vanessa Angel di Singapura, Hotman Paris Desak Pemakai Diungkap

Polisi kembali mengungkap fakta kasus prostitusi yang diduga melibatkan Vanessa Angel. Di tengah hal tersebut, Hotman Paris Hutapea ikut berkomentar

Terkuak Transaksi Dugaan Prostitusi Vanessa Angel di Singapura, Hotman Paris Desak Pemakai Diungkap
Instagram/hotmanparisofficial
Vanessa Angel dan Hotman Paris 

TRIBUNSOLO.COM - Pengungkapan kasus prostitusi yang diduga melibatkan Vanessa Angel terus bergulir.

Baru-baru ini, Polisi kembali mengungkap sebuah fakta.

Bukan sekedar amatiran, Vanessa disebut sering melakukan transaksi prostitusi online.

Berdasarkan pemeriksaan, Vanessa diketahui melakukan 15 kali transaksi.

"Berdasarkan hasil pendalaman data forensik, ini ada sembilan kali (transaksi) yang langsung, dari 15 kali itu"

"Dua kali di Singapura, di Jakarta enam kali, di Surabaya satu kali"

"Ini yang ada keterkaitan langsung dengan saudara VA," kata Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan, dikutip dari Kompas.com.

Vanessa Angel
Vanessa Angel (surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni)

Lantas, Direskrimsus Polda Jawa Timur Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan menambahkan kalau transaksi Vanessa di Singapura itu terjadi pada Februari 2018.

Transaksi itu difasilitasi oleh 6 muncikari.

2 dari 6 muncikari yakni ES dan TN sudah ditangkap.

Sementara, yang lainnya masih diburu.

Soal tarif pertransaksi, Yusep menyebut harganya mencapai Rp 80 juta.

"Rata-rata berkisar di angka yang sama yang diterima oleh saudara VA," ujar Yusep.

"Sinkronisasi satu sama lain sesuai yang saya sampaikan"

"Kemudian dari rekening keuangannya"

"Karena dari salah satu perilaku muncikari, sebutlah S, dia cenderung kenal, mendampingi, mengatur, dan bahkan transaksi," bebernya.

Di tengah terkuaknya fakta tersebut, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea pun angkat bicara.

Ia masih curiga soal keterlibatan pejabat dan konglomerat dalam kasus Vanessa.

Kendati Polisi membantah jika Vanessa dijemput mobil plat merah, Hotman tetap meminta agar nama-nama para pelanggan Vanessa diungkap.

"Haloo... pagi ini kaum wanita mulai protes kenapa identitas artis esek-esek dibuka di tv oleh penyidik sampai berapa uang transfer dikasih tahu oleh penyidik," ujar Hotman, dalam sebuah unggahan dalam Instagram.

"Tapi cowok-cowoknya namanya pun tidak disebutkan satupun"

"Itu fair gak pada wanita?"

"Bayangin kalau 45 artis"

"kalau 1 artis pernah melayani 10 konglomerat atau pejabat, berarti 450 cowok-cowok di Jawa Timur akan kena"

"Tapi kenapa ada seolah-olah dugaan diskriminasi"

"Kan dalam hukum pembuktian kan harus dua-duanya jadi saksi baru klop," katanya lagi.

Pengacara muncikari Endang Siska, Franky Desima Waruwu mengungkap adanya mobil plat merah yang menjemput Vanessa Angel menuju tempat pertemuan dengan Rian, pria yang diketahui sekamar dengannya, Sabtu (5/1/2019).

Pengakuan pengacara muncikari Endang Siswa ini semakin memojokkan status Vanessa Angel di kasus prostitusi artis ini.

Dalam keterangannya yang dikutip dari Suar.grid.id (grup surya.co.id), Franky Desima Waruwu mengungkapkan fakta-fakta yang diungkapkan kliennya.

Franky menyebut Vanessa Angel dan kliennya sampai di Bandara Internasional Juanda Surabaya pukul 11.00 WIB.

Sesampainya di Juanda, Vanessa dan sang muncikari itu dijemput orang dengan mobil Kijang Innova pelat merah.

Sayangnya, Franky tidak menyebut berapa nomor pelat tersebut.

“Pokoknya mobil pelat merah, sopirnya disuruh seseorang,” ujar Franky di Mapolda Jawa Timur, Senin (14/1).

Dari bandara, lanjutnya, kliennya dan Vanessa Angel langsung menuju ke sebuah hotel bintang lima di Surabaya.

Sesampainya di hotel, artis Vanessa Angel masuk ke kamar dan kliennya menunggu di lobi hotel.

Beberapa saat menunggu, kliennya kemudian masuk ke kamar yang lokasinya bersebelahan dengan kamar Vanessa Angel.

"Sekitar 5 menit setelah itu baru terjadi penggerebekan," jelasnya.

Apa yang disampaikan Franky berbeda dengan keterangan Jane Shalimar sebelumnya.

Menurutnya, Vanessa sempat mampir terlebih dahulu di Surabaya Town Square (SUTOS) sebelum menuju hotel.

Sementara itu, apa yang disampaikan oleh Franky langsung dibantah oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan.

"Tidak ada berita itu"

"Tidak ada pelat merah," katanya. (*)

Penulis: Putradi Pamungkas
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved