Inovasi Baru PDAM Solo, Layanan Sedot Tinja Berbasis Android Efektif Dimanfaatkan Pelanggan

Humas PDAM Solo, Bayu Tunggul, menjelaskan sistem berbasis digital ini telah dimanfaatkan pelanggan L2T2 di wilayah Solo sebanyak 48 ribu pelanggan.

Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Acara paparan survei kepuasan pelanggan PDAM Solo 2018, di Swiss Belinn Hotel Solo, Rabu (22/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Program layanan digital Lumpur Tinja Terpadu (L2T2) yang dilaksanakan Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM) Kota Surakarta dalam teknisnya sudah menggunakan sistem manajemen informasi (MIS) yang berbasis web dan Android, menjadi inovasi terbaru.

Humas PDAM Solo, Bayu Tunggul, menjelaskan sistem berbasis digital ini telah dimanfaatkan pelanggan L2T2 di wilayah Solo sebanyak 48 ribu pelanggan.

"Setelah aplikasi tersebut melantai di Kota Solo, yakni sejak enam bulan yang lalu, sudah berjalan efektif," katanya kepada ‪TribunSolo.com‬, saat ditemui di Swiss Belinn Hotel Solo, Rabu (22/1/2019).

MIS berguna untuk mengecek dan memastikan tinja telah disedot dan dibuang di Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT).

Rumah pelanggan yang terdaftar ditempel stiker barcode sebagai identitas pelanggan.

Humas PDAM Solo Bayu Tunggul menjelaskan sistem berbasis digital ini telah dimanfaatkan pelanggan L2T2 di wilayah Solo sebanyak 48 ribu pelanggan.

"Dan after aplikasi tersebut melantai di Kota Solo, yakni sejak enam bulan yang lalu, sudah berjalan efektif," katanya kepada ‪TribunSolo.com‬, saat ditemui di Swiss Belinn Hotel Solo, Rabu (22/1/2019).

Layanan Sedot Tinja Berbasis Android Jadi Inovasi Layanan Digital PDAM Solo

Pemanfaatan sistem manajemen tersebut melibatkan PDAM, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPTL), serta empat perusahaan sedot tinja di Solo.

Pihaknya pun juga menjelaskan tahapan pelayan digital tersebut dilakukan mulai dari data pelanggan lumpur tinja terjadwal yang diunggah oleh operator ke data base.

Kemudian dilaksanakan survei sebelum penyedotan.

Setelah terbit surat perintah kerja dan berita acara dari PDAM, dilaksanakan penyedotan ke pelanggaran yang disasar.

Kemudian Operator rekanan yang sudah dibekali telepon pintar berbasis Android tiba ke tempat pelanggan dan melakukan scan barcode di lokasi penyedotan.

Lantas operator melaksanakan penyedotan dan menginput volume tinja yang disedot serta durasi lama pengerjaan.

Operator membawa truk ke IPLT, setibanya di IPLT, petugas setempat akan memasukkan data operator rekanan telah membawa hasil pekerjaannya ke sistem.

Petugas IPLT mengunggah data volume serta durasi hasil sedotan tinja operator yang sampai ke instalasi pengolahan.

"Dan juga dari aplikasi tersebut dapat diketahui pembayarannya dari pelanggan, efektif dan efisien," tutupnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved