Tanggapi Kasus Prostitusi Artis, Menteri Permpuan dan Anak Yohana Yembise: Bukan Lagi Faktor Ekonomi

Menteri P3A Yohana Yembise mengatakan, kasus prostitusi online di kalangan artis bukan semata-mata didasarkan pada kebutuhan ekonomi.

Tanggapi Kasus Prostitusi Artis, Menteri Permpuan dan Anak Yohana Yembise: Bukan Lagi Faktor Ekonomi
(Dok. Kementerian PPPA)
Menteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Swissbel Hotel, Manokwari, Papua Barat, Rabu (17/10/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan, kasus prostitusi online di kalangan publik figur atau artis bukan semata-mata didasarkan pada kebutuhan ekonomi.

Menteri Yohana berpendapat, fenomena itu lebih disebabkan pengaruh perilaku gaya hidup yang berlebihan. 

"Kalau sudah begitu, prostitusi tentunya bukan lagi tentang cara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi malah menjadi gaya hidup, bagaimana mendapat uang yang banyak dengan waktu yang singkat," ujar Yohana dalam siaran pers, Jumat (25/1/2019). 

Polda Jatim Temukan 1.000 Video Panas dan 2.000 Foto Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online

Pemerintah tentunya tidak tinggal diam melihat kasus prostitusi yang terjadi. Saat ini, praktik prostitusi dapat dijerat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

Selain itu, akan diperkuat lagi dengan pengesahan RUU Pemberantasan Kekerasan Seksual (PKS) yang akan memastikan perlindungan bagi korban prostitusi online.

"Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kasus prostitusi online ini. Serangkaian kajian juga akan kami lakukan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya prostitusi online di kalangan publik figur," ujar Yohana.

Komentari Kasus Prostitusi Online yang Menyeret Vanessa Angel, Anwar Fuadi: Bikin Malu Saja

"Besar harapan agar setelah kasus ini, kaum laki-laki dapat melindungi harkat dan martabat perempuan dengan tidak terlibat dalam prostitusi online. Saya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, aparat penegak hukum serta media, untuk bersama-sama selamatkan anak dan perempuan khususnya dari jeratan prostitusi di Indonesia," lanjut dia.

Sementera itu, dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan, Kementerian PPPA memiliki program prioritas dengan sebutan Three Ends, yang meliputi, pertama, akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kedua, akhiri perdagangan manusia dengan membangun sistem deteksi anti perdagangan manusia (perempuan dan anak). 

Ketiga, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam sistem deteksi anti perdagangan manusia. Keempat, membangun sinergi antar pemangku kepentingan dalam penanganan kasus perdagangan manusia melalui Gugus Tugas PP TPPO. 

Kelima, memastikan setiap calon PMI mendapatkan pelatihan yang memadai; serta yang terakhir, mengakhiri kesenjangan ekonomi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menteri Yohana Nilai Prostitusi Artis Akibat Gaya Hidup Berlebihan"
Penulis : Fabian Januarius Kuwado

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved