Cegah Pencurian, Pemkab Pasang Plakat Cagar Budaya di Area Persawahan Bekas Makam Kuno di Sukoharjo

Pemkab Sukoharjo memasang plakat di area persawahan di wilayah Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, tepatnya di sebelah barat kantor camat Sukoharjo.

Cegah Pencurian, Pemkab Pasang Plakat Cagar Budaya di Area Persawahan Bekas Makam Kuno di Sukoharjo
TribunSolo.com/Agil Tri
plakat cagar cagar budaya di area persawahan Joho, Sukoharjo, Sabtu (26/1/2019) 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo memasang plakat di area persawahan di wilayah Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo tepatnya di sebelah barat kantor camat Sukoharjo, Jumat (25/1/2019).

Di area tersebut, sering ditemukan Benda Cagar Budaya (BCB), dan sering di jadikan tempat mencari harta karun ilegal.

Dihubungi TribunSolo.com, Sabtu (26/1/2019), Pemerhati budaya Sukoharjo, Bimo Kokor Wijanarko, mengatakan sudah lama menunggu hal ini, untuk melindungi BCB.

The Heritage Palace Sukoharjo, Tempat Wisata yang Tetap Pertahankan Cagar Budaya

Pernah ada penelitian oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) karena di lokasi tersebut memiliki nilai sejarah karena diduga merupakan lokasi makam kuno sehingga memiliki benda berharga yang ikut dikubur.

"Disana ada Lesung, manik-manik, logam bahkan emas, orang mati budha kuno," katanya.

Area persawahan ini merupakan bekas pemakaman kuno sering menjadi sasaran penggalian dan pencurian BCB.

Dengan dipasangi plakat larangan ini membuat pemerhati budaya di Sukoharjo lega, karena sudah lama menunggu akhirnya mereka merasa BCB di Sukoharjo aman dari tangan yang tidak bertanggung jawab.

Upaya untuk melestarikan kawasan tersebut akhirnya berhasil dengan ditetapkannya lokasi sebagai situs cagar budaya dari BPCB.

"Setelah dipasangi plakat maka sudah tidak boleh ada penggalian tanah mencari BCB," katanya.

Kokor menambahkan, pemburu harta karun ini biasanya beraksi pada musim kemarau dan sehabis panen.

Jika masih ada yang nekat hukuman penjara satu sampai 15 tahun dan ancaman denda Rp 10 juta hingga Rp 500 juta siap dijatuhkan.

Sanksi tersebut seperti tertuang dalam Undang-undang Cagar Budaya Nomor 11 tahun 2010.

Pemerintah Dorong Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya di Tiap Daerah

"Bagi mereka yang merusak dan mengambil barang serta merubah fungsi di kawasan cagar budaya akan dijerat hukuman," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya siap membantu pemerintah dalam hal pengawasan situ cagar budaya tersebut.(*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved