Pilpres 2019
Jelang Flashmob Kebangsaan di Benteng Vastenburg Solo, Belasan Kantong Parkir Disiapkan
Dinas Perhubungan Kota Solo menyiapkan 12 kantong parkir di sekitar Benteng Vastenburg Solo untuk acara Flashmob Kebangsaan untuk NKRI
Penulis: Imam Saputro | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Perhubungan Kota Solo menyiapkan setidaknya 12 kantong parkir di sekitar Benteng Vastenburg Solo untuk acara Flashmob Kebangsaan untuk NKRI, Minggu (27/1/2019) pagi.
Acara yang akan menghadirkan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi Ma’ruf Amin, Erick Thohir tersebut diperkirakan diikuti 11 ribu relawan dari berbagai daerah.
"Dari informasi yang kami terima, jumlah peserta ada 11 ribuan, dan acara berlangsung mulai pukul 07.00 sampai 12.00 WIB," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Solo, Ari Wibowo, Sabtu (26/1/2019).
Menurutnya, Jl Jenderal Sudirman Solo tidak ditutup selama acara berlangsung.
"Jl Jensud tetap buka, jadi masyarakat bisa lewat, hanya di Jl Ronggowarsito diberlakukan 2 arah," kata dia.
Peserta akan turun di 12 lokasi parkir yang sudah disediakan kemudian berjalan kaki menuju lokasi acara.
"Parkir untuk bus di Alun-alun Utara Solo dan Jl Sugiyo Pranoto," kata dia.
Sementara untuk mobil disediakan parkir di Alun-alun Utara, Taman Parkir Loji Wetan dan halaman Balai Kota Solo.
"Untuk roda dua diarahkan sebagian kendaraan parkir di Benteng Vastenburg sisi barat, timur dan utara," kata dia.
Ketua Panitia, Baningsih Tedjokartono, melalui keterangan tertulisnya mengatakan rangkaian acara Flashmob Kebangsaan untuk NKRI ini juga diisi dengan parade atau defile bendera merah putih.
“Panji-panji merah putih akan dibawa oleh seluruh perwakilan organ relawan yang ada di Solo Raya,” ujar Baningsih.
Bendera merah putih dikibarkan tak hanya pada saat defile saja, namun juga akan dipasang ribuan bendera merah putih di seluruh areal Benteng Vastenburg.
“Kami akan mengibarkan sebanyak 5.001 bendera merah putih,” ungkap Baningsih.
Pengibaran bendera merah putih, sambung Baningsih, sebagai penanda bahwa Indonesia tidak boleh terkoyak dengan gangguan apa pun.
Merah putih harus tetap berkibar, NKRI dan Pancasila harus tetap berdiri gagah.
“Sebagai bangsa yang kuat, kita harus mampu menghadapi segala cobaan, Merah Putih dan Pancasila harus tetap berdiri,” tegasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/flashmob-kebangsaan-untuk-nkri-di-solo.jpg)