Pola Pangan Harapan Kota Solo Capai 94 Persen, Melebihi Target Nasional

Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Solo mengungkapkan, saat ini Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Solo presentasenya diangka 94 persen.

Pola Pangan Harapan Kota Solo Capai 94 Persen, Melebihi Target Nasional
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
(Dari kiri ke kanan ) Ketua KWT Srikandi, Putri Handayani (65), Yus Rusmini (69) Sekretaris KWT Srikandi Kerten di Pasar Mirunggan Gotong Royong TPID Surakarta, Selasa (18/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Solo mengungkapkan, saat ini Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Solo presentasenya diangka 94 persen.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Cadangan Pangan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta, Eko Nugroho.

Menurutnya, angka tersebut lebih tinggi dari target nasional.

"Di mana target nasional yakni sekitar 92 persen," katanya kepada Tribunsolo.com, saat ditemui di kantornya, Selasa (29/1/2019). 

125 Warga Sukoharjo yang Berada di Rutan Kelas 1A Solo Dipastikan Bisa Nyoblos pada Pemilu 2019

Eko menyebut saat ini untuk konsumsi pangan masyarakat Kota Solo, 50 persennya masih karbohidrat.

Sedangkan untuk asupan sayur, buah, dan biji-bijian masih kurang.

Eko menambahkan, masyarakat di Kota Solo harus bijak dalam memilih dan memilah pangan yang mereka butuhkan.

"Setidaknya beragam, tidak hanya karbohidrat, namun asupan vitamin, protein, dan lainnya juga sangat penting," katanya.

Terkait kecukupan bahan pangan, Kota Solo masih aman, 19 bahan pokok pangan tersedia.

Menuju Kota Cerdas Pangan, Kantin Sekolah di Solo Diminta Pasang Informasi Kesehatan Makanan

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Penganekaragaman dan Keamanan Pangan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta, Wisnu Dwi Endro berujar untuk tetap menjaga keragaman konsumsi makanan.

Caranya adalah dengan menggiatkan program menu Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA).

"Nanti kami akan Lomba Cipta Menu B2SA berbasis sumber lokal, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA," katanya.

Selain juga meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan prinsip B2SA, serta mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved