268 Penyandang Disabilitas di Solo Ikuti Diklat 3 in 1 Industri Garmen dan Alas Kaki

Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Airlangga Hartarto hadiri Diklat 3 in 1.

268 Penyandang Disabilitas di Solo Ikuti Diklat 3 in 1 Industri Garmen dan Alas Kaki
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Airlangga Hartarto, hadir dan membuka Diklat 3 in 1 bagi Penyandang Disabilitas di Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (31/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menteri Sosial (Mensos) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Airlangga Hartarto, hadir dan membuka Diklat 3 in 1 bagi Penyandang Disabilitas di Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil, Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (31/1/2019).

"Program Diklat 3 in 1 ini sebagai salah satu bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam memenuhi hak para penyandang disabilitas," katanya kepada awak media, Kamis (31/1/2019).

Pihaknya juga menambah, akan terus berupaya untuk memberikan peluang dan akses yang setara bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaannya.

Untuk itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi penyandang disabilitas agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.

“Selain juga bisa menjadi contoh dan motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya di Indonesia," tambahnya.

VIDEO: Dua Menteri Buka Diklat 3 in 1 Industri Garmen dan Alas Kaki Bagi Disabilitas di Solo

Sementara itu, Airlangga Hartarto berujar Diklat 3 in 1 bagi penyandang disabilitas kali ini diarahkan pada sektor industri garmen dan alas kaki.

“Diklat ini merupakan tindak lanjut dari implementasi Nota Kesepahaman yang kami tandatangani bersama Bapak Mensos, akhir Desember 2018 lalu,” imbuhnya.

Pelaksanaan diklat tersebut diselenggarakan secara in house di Balai Diklat Industri Kemenperin dan on site di perusahaan.

“Untuk itu, kami terus mendorong perusahaan-perusahaan industri untuk memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai dengan bidang pekerjaan yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Sementara Diklat 3 in 1 bagi Penyandang Disabilitas di Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil, Surakarta, ini diikuti sebanyak 268 orang menjadi peserta, yang meliputi 204 disabilitas sensorik rungu wicara, 39 disabilitas fisik, dan 25 disabilitas intelektual.

Mereka yang mengikuti diklat, akan mendapatkan sertifikasi kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai bidangnya.

Selanjutnya, para lulusan ditempatkan bekerja di 11 perusahaan sektor industri garmen dan alas kaki.

Peserta Diklat alas kaki di Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta yang diikuti sebanyak 103 orang, akan ditempatkan bekerja di PT Wangta Agung Surabaya (34 orang), PT Ecco Indonesia Sidoarjo (10 orang), PT Dwi Prima Sentosa, Ngawi (19 orang), PT Pradipta Perkasa Makmur, Jombang (26 orang), dan UD Teratai, Tuban (14 orang).

Sedangkan, peserta Diklat garmen di BDI Surabaya, BDI Jakarta, dan Akademi Komunitas Industri TPT Solo sebanyak 165 orang yang akan ditempatkan bekerja di PT LASPO Boyolali (20 orang), PT Sri Rejeki Isman Sukoharjo (30 orang), PT Cahaya Global Apparel Boyolali (20 orang), PT Globalindo Intimates Klaten (55 orang), PT Juni Safaritex Boyolali (20 orang), dan PT Jaya Perkasa Textile Sukoharjo (20 orang). (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved