Ekspor Tekstil Masih Jadi Primadona Pertumbuhan Perekonomian Indonesia
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia (RI) mencatat, kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tumbuh positif
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia (RI) mencatat, kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tumbuh positif.
Menperin RI Airlangga Hartarto berujar dilihat dari nilai ekspor TPT nasional menembus hingga USD 11,12 miliar pada Januari - Oktober 2018.
"Naik 7,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," katanya kepada awak media, saat ditemui di Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil, Surakarta, kemarin (31/1/2019).
Untuk itulah untuk terus meningkatkan produktifitas, Diklat 3 in 1 Industri Garmen dan Alas Kaki Bagi Disabilitas di Solo dilaksanakan.
• Gara-gara Kasus Prostitusi Online Berat Badan Vanessa Angel Turun 6 Kilogram
Diklat tersebut merupakan realisasi Kemenperin RI dengan Kementrian Sosial (Kemensos) RI yang sudah melakukan MOU pada akhir Desember 2018 lalu.
Kesepakatan tersebut untuk memacu kompetensi para penyandang disabilitas agar dapat bekerja di sektor industri.
Sementara adanya Diklat 3 in 1 terkait Industri Garmen dan Alas Kaki Bagi Disabilitas masuk dalam lingkup dinamika industri TPT.
Pasalnya selama ini sektor tersebut mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, baik melalui penerimaan devisa ekspor maupun penyerapan tenaga kerja yang jumlahnya banyak.
• Spesial, Best Western Premier Solo Baru Hadirkan Shanghai Broadway dan Romantic Rhapsody Dinner
Terlebih industri tekstil menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan pengembanganbya dalam memasuki era industri 4.0.
Sementara terkait kinerja sektor industri TPT yang positif juga dirasakan oleh Kota Solo.
Di mana menurut data yang dihimpun Tribunsolo.com dari Dinas Perdagangan (Disdag) Surakarta, komoditas TPT menyumbang kontribusi terbesar dari segi nilai ekspor 2018 lalu.
Di mana nilainya yakni mencapai USD 20,9 juta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/menperin-ri-airlangga-hartarto-kanan-mensos-ri-agus-gumiwang-kartasasmita.jpg)