Breaking News:

Produsen Kue Keranjang Dua Naga Mas Mengaku Produknya Tak Lagi Dipakai di Grebeg Sudiro

Di balik hingar bingar perayaan Grebeg Sudiro, ada sebuah ironi. Kekecewaan itu muncul dari pemilik kue keranjang Dua Naga Mas.

Penulis: Fathul Amanah | Editor: Sri Juliati
TRIBUNSOLO.COM/FATHUL AMANAH
Susana, pemilik kue keranjang Dua Naga Mas saat ditemui TribunSolo.com, Selasa (29/1/2019). 

Namun sudah beberapa tahun belakangan, kue produksinya tak lagi dipakai lantaran harganya yang mahal.

"Waktu pertama grebeg lima tahun lalu itu memang pakai kue saya, tapi setelah itu cari yang lain," jelas wanita berusia 76 tahun ini.

Terkait hal ini, Susana pun memahami.

Ia tak mungkin memaksa panitia untuk tetap memakai kue produksinya.

Di sisi lain, ia juga tak berani menurunkan harga jualnya karena akan memengaruhi kualitas produk.

Jelang Imlek, Produsen Kue Keranjang Ngaku Omzet Penjualan Menurun, Ini Alasannya

"Ya sudah nggak apa-apa, harga kue saya memang nggak bisa turun. Saya nurutin harga bahan bakunya. Akhirnya mereka semua nyari yang lain," paparnya.

Namun, yang menjadi kekecewaannya, menurut Susana, Grebeg Sudiro kini mulai kehilangan makna filosofinya.

Menurut Susana, jika namanya Grebeg Sudiro, sudah sepatutnya apa yang digunakan adalah hasil bumi dari daerah Sudiroprajan.

Ia pun sempat mengungkapkan kekecewaannya ini pada lurah setempat.

"Namanya grebeg, grebeg mana, toh? Yang mengadakan dari Kelurahan Sudiro, kan? Terus hasilnya Sudiro, kan, yang ditanya?" protes Susana kala itu.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved