Imlek 2019

Barongsai, Kesenian Tionghoa yang Bermodal Besar

Adjie Chandra, Pembina Barongsai Tripusaka menyebut,untuk mendirikan perkumpulan barongsai membutuhkan modal yang besar.

Barongsai, Kesenian Tionghoa yang Bermodal Besar
ambar purwaningrum/TribunSolo.com
Barongsai yang tengah beraksi di The Park Mall Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tahukah kamu kesenian Barongsai itu mahal?

Adjie Chandra, Pembina Barongsai Tripusaka di Solo menyebut,untuk mendirikan perkumpulan barongsai membutuhkan modal yang besar.

Peralatan yang digunakan tak main-main.

Liong yang beraksi di The Park Mall Sukoharjo
Liong yang beraksi di The Park Mall Sukoharjo (ambar purwaningrum/TribunSolo.com)

"Peralatan musik yang digunakan untuk kesenian Barongsai, Indonesia belum bisa membuatnya. Jadi kami harus impor dari Negeri China," kata Adjie saat ditemui TribunSolo.com,  Kamis (31/1/2019)

Namun terkait barongsai dan liong, buatan Indonesia jauh lebih bagus.

"Barongsai dan liong buatan Indonesia lebih bagus, lebih luwes dan jelas harganya lebih murah," ujar Adjie.

Adjie menegaskan, butuh modal besar untuk bisa membeli perlengkapan Barongsai.

Harga satu buah Barongsai minimal Rp 5 juta.

"Sekarang lagi ngetren bulu domba. Harganya minimal Rp 5 juta, sementara untuk Barongsai kualitas super sekitar Rp 6 juta," jelas Adjie.

Sementara itu, harga liong atau naga sepanjang 18 meter bisa mencapai Rp 9 juta.

Harga alat musiknya juga tak kalah mahal.

"Tambor hampir Rp 5 juta, simbal sepasang Rp 800 ribu, dan gong Rp 2 juta," tambah Adjie.

Jadi jika kamu hendak mendirikan perkumpulan Barongsai, butuh lebih dari Rp 30 juta untuk membeli perlengkapan Barongsai.

Penulis: ambar purwaningrum
Editor: Delta Lidina Putri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved