Imlek 2019

Mengapa Tahun Baru Imlek Selalu Jatuh Antara Bulan Januari dan Februari? Begini Penghitungannya

Mengapa Tahun Baru Imlek Selalu Jatuh Antara Bulan Januari dan Februari? Begini Penghitungannya

Mengapa Tahun Baru Imlek Selalu Jatuh Antara Bulan Januari dan Februari? Begini Penghitungannya
ambar purwaningrum/TribunSolo.com
Suasana Perayaan Imlek di Pasar Gede, Solo 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kita mungkin bertanya-tanya, mengapa Tahun Baru Imlek selalu jatuh pada bulan Januari atau Februari, sementara Tahun Baru Islam selalu tak sama.

Padahal kedua tahun baru ini menggunakan penanggalan yang sama, yakni penghitungan bulan mengelilingi bumi.

Mengapa bisa demikian?

Adjie Chandra, Pembina Barongsai Tripusaka Solo saat ditemui TribunSolo.com, Jumat (1/2/2019) menjelaskan, sebenarnya ada 4 jenis penanggalan yang berlaku.

Suasana lampion di Pasar Gede
Suasana Imlek di Pasar Gede (ambar purwaningrum/TribunSolo.com)

"Ada penanggalan masehi, penanggalan imlek, penanggalan jawa, dan penanggalan arab," jelas Adjie.

Penanggalan Jawa dan Arab hampir sama karena menggunakan perhitungan bulan mengelilingi bumi.

Lamanya 27,3 hari

Bulan baru dalam sistem kalender Arab dan Jawa biasanya dihitung berdasarkan penampakan hilal atau bulan sabit yang sangat tipis.

Penghitungan ini yang menjadikan Tahun Baru Islam selalu berbeda setiap tahunnya.

Halaman
12
Penulis: ambar purwaningrum
Editor: Delta Lidina Putri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved