Sujiwo Tejo Tolak RUU Permusikan: Kenapa Gak Sekalian Bikin UU Tulisan Bokong Truk

Sujiwo Tejo ikut menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan. "Ndak usah syair lagu aja. Kenapa gak sekalian bikin 'UU Tulisan2 Bokong Truk".

Sujiwo Tejo Tolak RUU Permusikan: Kenapa Gak Sekalian Bikin UU Tulisan Bokong Truk
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Budayawan dan aktor Sudjiwo Tejo berpose di sela wawancara promo film Kafir di Redaksi Kompas.com, Jakarta, Jumat (27/7/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - Sujiwo Tejo ikut menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan.

Melalui kicauan Twitternya, Senin (4/2/2019) Sujiwo Tejo melontarkan beberapa tweet terkait sikap penolakannya.

Dalam tweet pertama, Sujiwo Tejo menerangkan bahwa jika RUU Permusikan sudah disahkan, akan mengakibatkan adanya polemik yang absurd.

Sujiwo Tejo mengistilahkannya dengan 'Debat kusir imajiner'.

4 Alasan RUU Permusikan Harus Ditolak: Berisi Pasal Karet hingga Memarjinalkan Musisi Independen

"1) 'Selaku Jande mude yg bername Fatime gue lapor polisi karena gue gak gitu2 amat kek di Lagu Fatime Jande Mude'

'Lho, Ini bukan Fatime kamu. Fatime yg lain..'

Debat kusir imajiner ini betul2 akan terjadi bila pasal karet dlm RUU Permusikan disyahkan #TolakRUUPermusikan," kicau Sujiwo Tejo.

Tweet kedua masih dalam konteks yang sama dengan tweet yang pertama.

Sujiwo Tejo menjelaskan, jika RUU Permusikan disahkan, seseorang bisa dengan mudah mempolisikan seorang pemusik hanya karena isi dari lirik-lirik lagunya.

"2) 'Naik motor gede enak bisa mengosongkan jalanan..'

Halaman
1234
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved