Imlek 2019

Cerita Pembuat Lampion Shio di Solo, Tak Mau Terlalu Pikirkan Omzet yang Penting Masyarakat Bahagia

Perayaan Tahun Baru Cina alias Imlek kembali menjadi ladang rezeki bagi Heru Subianto alias Soei Tie Bian (70).

Penulis: Hanang Yuwono | Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSOLO.COM/HANANG YUWONO
Heru Subianto (Soei Tie Bian), perajin lampion 12 Shio di kawasan Pasar Gede, Solo, Sabtu (26/1/2019) 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perayaan Tahun Baru China alias Imlek kembali menjadi ladang rezeki bagi Heru Subianto alias Soei Tie Bian (70).

Pasalnya, ia banyak mendapat order untuk membuat lampion.

Keindahan kawasan Pasar Gede Solo dengan lampion shio, tak lepas dari tangan dingin perajin asal Kampung Debegan, RT4 RW 5, Mojosongo, Jebres, Solo ini.

Panitia Imlek Solo 2019, secara khusus meminta Heru untuk membuat lampion berbentuk 12 shio demi memeriahkan perayaan Imlek 2019.

Tahun Politik dan Harga Bahan Baku Naik, Pembuat Lampion Shio di Solo Mengaku Jumlah Pesanan Menurun

"Ada 18 lampion, 12 shio, lampion Punakawan, Dewa Rejeki, dan Cu Pat Kay," ujar Heru kepada TribunSolo.com di Kelenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo, Sabtu (26/1/2019).

Pada hari-hari menjelang Hari Raya Imlek 2019, tak pelak Heru bersama sejumlah pegawainya disibukkan kegiatan memasang lampion.

Di depan Klenteng Tien Kok Sie, Heru memasang lampion besar berbentuk Cu Pat Kay sebagai modifikasi dari Tahun Babi Tanah.

Lampion Cu Pat Kai di depan Kelenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo, Sabtu (26/1/2019).
Lampion Cu Pat Kai di depan Kelenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo, Sabtu (26/1/2019). (TRIBUNSOLO.COM/HANANG YUWONO)

Namun, dibanding beberapa tahun sebelumnya, Heru mengaku jika tahun ini jumlah orderan membuat lampion agak berkurang.

Tahun Politik dan Harga Bahan Baku Naik, Pembuat Lampion Shio di Solo Mengaku Jumlah Pesanan Menurun

Ada sejumlah alasan menurut Heru.

Antara lain tahun politik, harga bahan baku naik hingga membuat daya beli konsumen menurut.

"Banyak kenaikan, kalau kain naik kira-kira Rp 15 ribuan. Kalau besi naiknya malah 20 persen," ujar Heru.

Kendati harga bahan baku naik, Heru tetap memasang harga lama untuk pemesanan lampion shio.

Atasi Kepadatan Pengunjung Lampion Imlek, Dishub Solo Pertimbangkan Rekayasa Arus Lalu Lintas

"Saya mau naikkan, tapi panitia (Imlek di Solo) tidak setuju," tandasnya.

Heru menambahkan, jika dana untuk pengadaan lampion di Kota Solo memang cukup besar.

Lampion shio berbentuk babi yang dipasang di kawasan Pasar Gede Solo, Sabtu (26/1/2019).
Lampion shio berbentuk babi yang dipasang di kawasan Pasar Gede Solo, Sabtu (26/1/2019). (TRIBUNSOLO.COM/HANANG YUWONO)

Sehingga ia tak berani menaikkan harga kala mendapatkan pesanan dari panitia Imlek di Solo.

"Kita sendiri entah bisa nutup atau enggak belum tahu. Kita juga menganut paham toleransi. Yang penting bisa terlaksana karena Imlek sudah menjadi agenda tahunan," ucap Heru.

Heru lantas berujar, demi antusias masyarakat, ia ikhlas dan tak terlalu memikirkan omzet atas pembuatan lampion shio ini.

"Yang penting semua bergembira merayakan Imlek di Solo," tegasnya. (Hanang Yuwono/TribunSolo.com)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved