Breaking News:

Ini Alasan Hakim Jatuhkan Vonis 7 Tahun Penjara kepada Bupati Purbalingga Nonaktif, Tasdi

Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi, divonis 7 tahun penjara dalam kasus suap dan gratifikasi.

Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/M Iqbal Fahmi
Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi (kemeja ungu) digelandang petugas KPK dan Polisi di Stasiun Purwokerto, Senin (5/6/2018) malam. 

TRIBUNSOLO.COM, SEMARANG - Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi, divonis 7 tahun penjara dalam kasus suap dan gratifikasi.

Tasdi dianggap telah terbukti melanggar dua pasal sekaligus.

Hakim pada Pengadilan Tipikor Semarang secara bulat menyatakan bahwa terdakwa bersalah melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b UU Tindak Pidana Korupsi.

Tasdi juga terbukti melakukan korupsi secara bersama dan berlanjut. 

Bupati Purbalingga, Tasdi, Divonis 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap dan Gratifikasi

Hakim menjelaskan, perbuatan korupsi terdakwa memenuhi semua unsur pasal yang didakwakan secara kumulatif. 

Unsur di dalam pasal 12 huruf a, kata hakim, terpenuhi.

Yaitu pegawai negeri atau penyelenggara negara, menerima hadiah atau janji, unsur melakukan atau tidak melakukan sesuai kewenangannya yang bertentangan dengan kewajibannya, unsur melakukan atau menyuruh melakukan dan unsur perbuatan berlanjut.

Lalu unsur penyelenggara negara juga terbukti sesuai Pasal 2 UU Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggara negara bersih dari KKN.

Kejaksaan Negeri Klaten Komitmen Wujudkan Wilayah Klaten Bebas dari Korupsi dan Birokrasi Bersih

Tasdi menjabat sebagai bupati Purbalingga periode 2016-2021, yang diangkat berdasarkan keputusan menteri Dalam Negeri.

Tasdi juga sehat dan mampu menjawab seluruh pertanyaan, serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved