Petugas Temukan Alat Isap Sabu Saat Geledah Lapas Kelas II A Karawang

Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dirjen Pemasyarakatan, sebagai langkah penanggulangan pengendalian peredaran gelap narkotika

Petugas Temukan Alat Isap Sabu Saat Geledah Lapas Kelas II A Karawang
KOMPAS.com/FARIDA FARHAN
Satgas Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkunham) Jawa Barat melakukan penggeledahan di Lapas Kelas II A Karawang, Kamis (7/2/2019) malam. Sejumlah barang diamankan petugas, termasuk alat hisap sabu. 

TRIBUNSOLO.COM, KARAWANG - Satgas Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkunham) Jawa Barat melakukan penggeledahan di Lapas Kelas II A Karawang, Kamis (7/2/2019) malam.

Sejumlah barang diamankan petugas, termasuk alat isap sabu.

Penggeledahan yang dilakukan sekitar 100 petugas gabungan dari Lapas Cikarang, Purwakarta Bekasi Subang dan Karawang (Cipurwabesuka) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang tersebut dilakukan selama kurang lebih tiga jam, mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dirjen Pemasyarakatan, sebagai langkah penanggulangan pengendalian peredaran gelap narkotika di dalam lapas dan rutan di Indonesia.

"Kami (Tim Penyuluhan dan Pengendalian Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika-T4GN) dikasih waktu satu bulan sampai akhir bulan Februari ini, untuk membersihkan barang-barang yang diindikasikan dapat menjadi pengendalian narkoba maupun peredaran dalam lapas," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jabar Abdul Aris kepada Kompas.com, usai penggeledahan.

Cerita Glenn Alinskie dan Chelsea Olivia Menikmati Liburan di Belanda hingga Italia dalam 23 Hari

Abdul mengungkapkan, dari penggeledahan tersebut pihaknya mengamankan 151 ponsel, 36 penanak nasi, 17 kompor, 12 dispenser, 22 speaker aktif, 40 kipas angin, 25 senjata tajam, dan berbagai macam kabel mengapung yang menyebabkan tagihan listrik Lapas Kelas II A Karawang jebol.

"Kipas angin logisnya dua, ini empat, lima, satu orang satu"

"Nah itu yang kami ambil"

"Bukan enggak kami kasih, orang enggak wajar"

"Nantu bisa dilihat, tagihan (listrik) bulan Maret berkurang jauh"

Halaman
123
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved