Breaking News:

Kepala BNPT Sebut Terlalu Dini Sebut Dua Pengebom Gereja di Filipina adalah WNI

Menurut dia, hingga kini belum ada bukti yang menguatkan otoritas Filipina terkait dugaan terlibatnya WNI

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius saat ditemui seusai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5/2018). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menegaskan, masih terlalu dini untuk menyebutkan pelaku teror bom di Gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina, adalah warga negara Indonesia.

Menurut dia, hingga kini belum ada bukti yang menguatkan otoritas Filipina terkait dugaan terlibatnya WNI.

"Sudah dicek, masih terlalu dini. Enggak bisa dibuktikan, dari mana sumbernya?" ujar Suhardi ketika ditemui di Auditorium Lemhanas, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengatakan, proses identifikasi pelaku membutuhkan waktu lama mengingat tubuh pelaku yang tidak utuh.

"Kami sudah confirm tadi, jadi masih tetap yang pertama proses pemeriksaan laboratorium forensik di Filipina untuk tes DNA," kata Syahar.

Kepolisian Resor Bogor Ungkap Industri Sabu Rumahan

Oleh karena itu, Polri dan pihak terkait juga berkoordinasi dengan otoritas Filipina.

Syahar mengatakan, tim yang berada di Filipina bekerja sama dengan penyidik setempat untuk mendalami kasus, termasuk keterangan para saksi.

"Tim Indonesia yang di sana terus mendalami, bekerja sama, berkoordinasi dengan penyidik yang di sana, untuk mendalami semua informasi dari pemeriksaan saksi," ujar dia.

Perwakilan Indonesia di Filipina, kata Syahar, juga siap membantu jika membutuhkan bukti, seperti sampel DNA nantinya.

Tukang Cat Rumah di Kompleks Perumahan DPR RI Curi Uang Rp 25 Juta dan Cincin Berlian

Sebelumnya, Mendagri Filipina Eduardo Ano mengatakan, dua pelaku serangan bom bunuh diri di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina, berasal dari Indonesia.

Pada Jumat (1/2/2019), Ano mengatakan, pihak militer telah memastikan bahwa insiden ledakan dua bom di Gereja Jolo di Provinsi Sulu pada Minggu (27/1/2019), merupakan bom bunuh diri yang dilakukan dua orang.

Insiden bom ganda tersebut telah menewaskan 22 orang dan melukai 100 orang lainnya.

"Yang bertanggung jawab (dalam serangan ini) adalah pembom bunuh diri asal Indonesia," kata Ano, seperti dilansir BBC News Indonesia.

"Tujuan dari pasangan Indonesia ini adalah untuk memberi contoh dan mempengaruhi teroris Filipina untuk melakukan pemboman bunuh diri," tambah dia. (Kompas.com/Christoforus Ristianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kepala BNPT: Terlalu Dini Sebut Dua Pengebom Gereja di Filipina adalah WNI"

Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved