Breaking News:

Kunjungi Tol Trans Jawa Ruas Solo-Ngawi, Komisi VI DPR RI Sebut Masalah Tarif Masih Bisa Dievaluasi

Sebelumnya, Komisi VI DPR RI yang membidangi investasi, industri dan persaingan usaha mengunjungi rest area 519 A di Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi

Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
Rombongan Komisi VI DPR RI yang mengunjungi rest area 519 A di Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Kamis (14/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Komisi VI DPR RI menilai tarif Tol Trans Jawa masih bisa dievaluasi.

Anggota Komis VI DPR RI, Martri Agoeng mengungkapkan, bahwa tarif Rp 1.000 per kilometer di Tol Trans Jawa di antaranya ruas Solo-Ngawi sudah di bawah tarif dasar atas.

Menurut dia, sebenarnya tarif yang ditetapkan senilai Rp 1.300 per kilometer, terlebih tarif tersebut tidak mahal jika melihat dari sisi bisnis.

"Ternyata sudah diturunkan, masih dirasa mahal oleh masyarakat," terang dia saat kunjungan kerja di rest area 519 A Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Kamis (14/2/2019). 

Jenguk Ani Yudhoyono di Singapura, Prabowo Subianto Disambut Sang Mantan

"Nah ada evaluasi, apakah akan bisa mengubah harga atau tidak dengan kajian variabel yang banyak pastinya," tuturnya.

Dia memaparkan jika permasalahan itu terjadi , karena sebagian masyarakat membandingkan dengan Tol Trans Jawa dengan Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor) sepanjang 40 kilometer yang hanya membayar Rp 6.500.

"Masyarakat penikmat tol merasa murah, tetapi saat mulai masuk sini (Tol Trans Jawa) loh kok jadi mahal," aku dia.

"Padahal seperti Jagorawi hingga Tol Cikamoek tol lama yang sudah Break Even Point (BEP) 30 tahun lebih," ungkapnya menegaskan.

SBY Terima Kasih ke Jokowi soal Ani Yudhoyono, Dedi Mulyadi: Politik Berbeda, tapi Saling Menyayangi

Untuk itu lanjut dia, pengelola dalam hal ini PT Jasa Marga masih memiliki pekerjaan rumah (PR) agar terus melakukan sosialisasi secara psikologis kepada masyarakat atau pengguna Tol Trans Jawa.

"Ya supaya tidak muncul kesan mahal, karena itu masalah psikologis publik," terang dia.

"Ini yang harus dilakukan PT Jasa Marga untuk merasionalkan agar tidak muncul kesan mahal," jelasnya meyakinkan.

Prof Jamal Wiwoho Akhirnya Jadi Calon Tunggal Rektor UNS Solo

Sebelumnya, Komisi VI DPR RI yang membidangi investasi, industri dan persaingan usaha mengunjungi rest area 519 A di Tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi.

Dari data yang diterima TribunSolo.com, rombongan yang diketuai Martri Agoeng, diikuti oleh Adisatrya Suryo, Darmadi Durianto, Wasista Bambang, Nurzaedi, Melani Leimena, Nashir Bahar, Muhammad Hatta, Daeng Mohammad, Mukhlisin, Zulfan Lindan dan Nyat Kadir.

Adapun romongan disambut oleh pejabat Jasa Marga yakni Great Head Communication and Community Development Group Dwimawan Heru Santoso dan Direktur Utama (Dirut), Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayanto. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved