Perjuangan Panjang Azkar Rizal Menjadi Manajer PR Grand Candi Hotel Semarang di Usia 25 Tahun

Menjadi orang sukses memang bukanlah hal yang mudah untuk diraih dan membutuhkan proses yang lama.

TribunSolo.com/Natalia Bulan R P
Azkar Rizal Muhammad, Manajer PR Grand Candi Hotel Semarang saat ditemui tim Tribun Solo, Kamis (31/1/2019) 

Namun, ternyata untuk mendapatkan posisi seperti itu, Azkar harus melalui banyak perjuangan terlebih dahulu.

Ia bercerita bahwa dirinya sudah mulai bekerja sejak di bangku sekolah menengah atas (SMA), ia mengaku saat SMA itu ia sempat bekerja di sebuah restoran cepat saji, bekerja sambilan di sebuah event organizer dan banyak tempat.

Azkar Rizal Muhammad, Manajer Public Relation Grand Candi Hotel Semarang saat ditemui tim Tribun Solo, Kamis (31/1/2019)
Azkar Rizal Muhammad, Manajer Public Relation Grand Candi Hotel Semarang saat ditemui tim Tribun Solo, Kamis (31/1/2019) (TribunSolo.com/Natalia Bulan R P)

"Bahkan, kalaupun saya nggak kerja sama orang istilahnya, saya akan mengisi waktu luang saya dengan buka usaha," jelasnya.

Tak hanya itu, Azkar juga mengaku dirinya pernah bekerja sebagai pemberi jasa translate tugas kuliah, penjual tahu bulat, aksesoris wanita, dan penjaga depo air galon. Ia sendiri tidak menyangka sekarang ini sudah bisa mencapai posisi sekarang ini dengan segala perjuangan dan upaya yang sudah pernah ia lakukan sebelumnya.

Ia juga bercerita, saat menjadi penjual tahu bulat, ia harus bangun saat subuh hanya untuk mengambil tahu di Terminal Terboyo Semarang dan bahkan sempat mengalami kecelakaan saat bekerja kala itu.

Di saat yang bersamaan menjadi pejual tahu bulat, saat itu Azkar juga menjaga depo air galon milik saudaranya.

"Buka lapak tahu bulat itu ya benar-benar perjuanganm berat gitu lho. Saya harus ngurusin tahu bulat, saya harus ngurusin depo air," jelas Azkar.

Namun, ia mengatakan hal yang berat saat itu bukanlah pekerjaan yang ia tangani, tetapi penilaian dari publik tentang pekerjaannya.

"Yang paling berat adalah judgement atau penilaian dari orang lain," ungkapnya.

"Kebetulan waktu itu saya belum wisuda, belum lulus, judgement-nya orang-orang itu kayak 'Kok S1 ujung-ujungnya jadi tukang tahu, kok jadi tukang galon'"

Halaman
1234
Penulis: Natalia Bulan R P
Editor: Melia Istighfaroh
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved