Breaking News:

Sekretaris Komisi II DPRD Sukoharjo Tak Ingin Grusa-grusu Tangani Sengketa PKL Pandawa Solo Baru

Sekretaris Komisi II DPRD Sukoharjo Sukardi Budi Martono akan mempelajari masalah sengketa lahan yang terjadi di utara Carrefour Solo Baru.

Penulis: Agil Tri | Editor: Fachri Sakti Nugroho
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
PKL saat berbincang dengan Sekretaris Komisi II DPRD Sukoharjo, Sukardi Budi Martono, di gedung DPRD, Kamis (14/2/2019). 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sekretaris Komisi II DPRD Sukoharjo Sukardi Budi Martono, yang menemui perwakilan PKL yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pandawa Solo, masih akan mempelajari masalah sengketa lahan yang terjadi di utara Carrefour Solo Baru.

Hal ini dia katakan saat menemui para pedagang di Kantor DPRD Sukoharjo, Kamis (14/2/2019).

"Kami akan pelajari dulu aspirasi dari pedagang ini, jadi kami belum bisa memutuskan," katanya.

Bakal Digusur karena Sengketa Lahan, Belasan PKL Pandawa Solo Baru Datangi Kantor DPRD Sukoharjo

Dia menambahkan aspirasi dari pedagang akan diteruskan ke pimpinan DPRD yang nantinya akan diputuskan sebagai langkah selanjutnya.

Belasan PKL yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pandawa Solo terlibat sengketa lahan dengan dengan PT Mitra Adi Perkasa selaku pemilik lahan.

Dalam masalah sengketa tersebut, pemilik lahan meminta para PKL mengosongkan lahan tersebut per 14 Februari.

Karena pedang merasa sudah lama menempati lahan tersebut, mereka keberatan dengan nilai ganti gati rugi yang ditawarkan.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Pandawa Solo Nanang Iriawan, pedagang hanya diberi ganti rugi sebesar Rp 1 Juta.

Menurutnya ganti rugi itu tidak sepadan.

Diusulkan sebagai Cabup Sukoharjo 2021 - 2026, Ini Tanggapan Ketua PDM Sukoharjo Wiwoho Aji

Dia menambahkan, awal mula lahan yang ditempatinya itu berupa lahan kosong dan rawa-rawa.

"Kami telah merawat lahan di sana, yang tadinya kosong dan rawa sekarang bersih terawat," katanya.

Saat ini dilahan sengketa tersebut sudah berdiri 13 kios pedagang.

"Sejak awal menempati lahan ini ditarik biaya Rp 4 juta, Kemudian setiap tahun masih membayar uang sewa Rp 3,5 juta dan uang keamanan maupun kebersihan," kata Pedagang lain, Dwi Handayani. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved