Massa Pembela PA 212 Bandingkan Kasus Slamet Ma'arif dengan Ibunda Jokowi hingga Bupati Boyolali

Ketua Umum PA 212, Slamet Ma'arif, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Surakarta terkait dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal.

Massa Pembela PA 212 Bandingkan Kasus Slamet Ma'arif dengan Ibunda Jokowi hingga Bupati Boyolali
Tribunsolo.com/Asep Abdullah Rowi
Aksi menuntut pencabut status tersangka bagi Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif di depan Mapolresta Solo, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (16/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Peserta aksi membandingkan proses hukum Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif dengan penanganan kampanye tanpa izin yang digelar relawan bersama ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo.

Termasuk, kasus umpatan Bupati Boyolali Seno Samodro kepada capres Prabowo Subianto.

"Ibunda Jokowi saat ke Sukoharjo diberi sanksi administrasi Bawaslu, tapi ustaz kami ditetapkan tersangka," ungkap Humas Aksi, Endro Sudarsono saat aksi menuntut pencabutan status tersangka bagi Ketua Umum PA 212, Slamet Ma'arif di depan Mapolresta Solo, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (16/2/2019). 

Selain itu lanjut Endro, termasuk penanganan kurang cepat terlapor Bupati Boyolali, Seno Samodro yang diketahui mengumpat Prabowo Subianto.

"Kami minta Polri untuk profesional dan independen," terangnya.

Tahun Ini, PT Pegadaian Cokronegaran Solo Targetkan Rp 101 Miliar untuk OSL

"Kami melihat itu, ada diskriminasi dan ketidakadilan," jelas dia menegaskan.

Dia berharap melalui aksi dan berbagai upaya, status tersangka Ketua Umum Slamet Ma'arif dicabut dan kedepan tidak ada penahanan seperti ancaman 2 tahun.

"Saat pengajian (Tabligh Akbar 212) di Solo, tidak secara jelas dan tegas kampanye kan?," aku dia.

"Tetapi kena UU Pemilu dengan ancaman 2 tahun dan dinyatakan tersangka," tuturnya menyesalkan.

Koleksi Gajah Hanya Tersisa Dua Ekor, TSTJ Solo Berupaya Cari Pejantan

Sebelumnya, Ketua Umum PA 212, Slamet Ma'arif, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Surakarta terkait dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal.

Pelanggaran diduga dilakukan dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (13/1/2019).

Namun, beberapa waktu lalu lokasi penyidikan dari Polresta Solo dipindahkan Polda Jateng. (*) 

Penulis: Asep Abdullah Rowi
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved