Genjot Ekspor, API Jateng Dorong Produk Tekstil Gunakan Material Katun Kualitas Tinggi

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah (Jateng) terus dorong ekspor Tekstil Produk Tekstil (TPT) di tahun 2019.

Genjot Ekspor, API Jateng Dorong Produk Tekstil Gunakan Material Katun Kualitas Tinggi
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Seminar Cotton USA dalam Kain Dan Pakaian Batik yang diselenggarakan di Alila Solo, Selasa (19/2/2019).¬† 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah (Jateng) terus dorong ekspor Tekstil Produk Tekstil (TPT) di tahun 2019.

"Karena potensi TPT di Indonesia ini sangat besar, seiring dengan masifnya ekspansi perindustrian ke Jawa Tengah dewasa ini," ujar Wakil Ketua API Jateng, Lilik Setiawan, kepada Tribunsolo.com, saat ditemui dalam acara Seminar Cotton USA dalam Kain Dan Pakaian Batik yang diselenggarakan di Alila Solo, Selasa (19/2/2019).

Dievaluasi sepanjang 2018 lalu, ungkap Lilik, trend ekspor TPT Jateng memang pertumbuhannya stagnan.

Ekspor Tekstil Masih Jadi Primadona Pertumbuhan Perekonomian Indonesia

Seiring dengan fokus Pemerintah Indonesia dalam pembanguan infrastruktur, sehingga subsidi perdagangan masuknya ke sana.

Sementara upaya ekspor juga untuk terus menjaga eksistensi produk lokal ke mata dunia.

Karena saat ini pasar produk TPT masih didominasi dari sektor domestik.

Pihaknya menyebut satu di antara upaya yang dilakukan yakni dengan meningkatkan kualitas material, khususnya material katun.

"Maka dari kami bersinergi dengan Asosiasi Perdagangan Nirlaba Cotton Council International (CCI) mempromosikan serat kapas AS (Amerika Serikat) dan produk kapas manufaktur di seluruh dunia dengan merek dagang Cotton USA, di mana memiliki kualitas yang baik," katanya.

Industri Tekstil Terus Bertumbuh, Jawa Tengah Jadi Pasar Cotton USA Tertinggi di Indonesia

Cotton USA sangat sustainable, atau ramah lingkungan, kualitasnya saat dijadikan produk fashion pun menjadi lebih tinggi nilai jualnya.

"Karena ketika sudah masuk pasar international, kualitas yang dikedepankan, bukan melulu soal design maupun kuantitas," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved