Tilang Elektronik di Kota Solo

E-Tilang Sudah Diterapkan di Kota Solo, Pelaku Usaha Rental Mobil Lakukan Penyesuaian

Penerapan tilang elektronik atau disingkat e-tilang membuat pelaku usaha rental mobil di Solo menerapkan strategi penyesuaian.

E-Tilang Sudah Diterapkan di Kota Solo, Pelaku Usaha Rental Mobil Lakukan Penyesuaian
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Petugas ATCS sedang memantau lalulintas untuk merekam tindakan pelanggaran lalu lintas, Senin (25/9/2017) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penerapan tilang elektronik atau disingkat e-tilang membuat pelaku usaha rental mobil di Solo menerapkan strategi penyesuaian.

Sekretaris Asosiasi Rental Mobil Solo (Aremso), Adji Atmodiwiryo, berujar memang ada beberapa penyesuaian -penyesuaian kaitannya dengan kebijakan e-tilang tersebut.

"Di antara para customer diarahkan untuk wajib memakai driver saat melakukan penyewaan," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (21/2/2019).

Pria yang juga pemilik rental mobil Ajibon Trans Solo tersebut mengungkapkan para customer yang sifatnya rekanan serta pelanggan lama juga dilakukan sosialisasi terkait kesiapan dalam berlalu lintas.

Jika Melanggar Lalu Lintas, Kendaraan Milik Rental di Solo Juga akan Diberikan Surat e-Tilang

Juga risiko ketika mendapat surat tilang, di mana mereka harus menanggung sendiri biaya yang dikeluarkan untuk tilang tersebut.

Dan hal tersebut khusus apabila sewa mobil tanpa driver atau lepas kunci.

"Untuk customer yang tanpa driver tersebut pembayaran dilakukan di depan 100 persen, disertai perjanjian jika ada tagihan biaya tilang yang harus ditanggung sendiri," imbuhnya.

Sebelumnya Satlantas Polresta Solo menatakan pihaknya akan memantau 66 titik di jalanan di lima kecamatan di Kota Solo.

Ini Penjelasan Satlantas Polresta Solo Jika Pelanggar e-Tilang Ternyata Pinjam Kendaraan Orang Lain

Kanit Regident Satlantas Polresta Surakarta, AKP Suryo Wibowo, menerangkan hagar masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas selain melengkapi keamanan standar seperti kelengkapan surat tanda nomor kendaraan (STNK), surat izin mengemudi (SIM), helm standar bagi pengguna sepeda motor.

“Karena nanti jik ada pelanggaran akan terekam oleh kamera pengintai atau CCTV di lampu merah. Di mana pemantauan dilakukan selama 24 jam penuh lewat ruang Trafic Managemen Center (TMC),” tandasnya.

Dan mekanisme penerapan e-tilang yakni jika ada pelanggaran di lampu merah, CCTV akan merekam dan melihat nomor polisi (nopol), kemudian surat pelanggaran akan dikirim via pos ke pelanggar tersebut.

"Ini juga semata-mata untuk mendongkrak kedisiplinan para pengguna jalan," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved