Haul Gus Dur di Solo

Di Solo, Inayah Wahid Cerita saat Gus Dur Mencabut Inpres Sehingga Warga Tionghoa Bisa Rayakan Imlek

Perayaan tahun baru Imlek 2570/2019 tidak lepas dari peran presiden ke empat RI, Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal Gus Dur.

Di Solo, Inayah Wahid Cerita saat Gus Dur Mencabut Inpres Sehingga Warga Tionghoa Bisa Rayakan Imlek
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Anak bungsu Gus Dur, Inayah Wahid saat memberikan sambutan di perayaan Imlek di Balai Kota Surakarta, Jumat (22/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perayaan tahun baru Imlek 2570/2019 tidak lepas dari peran presiden ke empat RI, Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal Gus Dur.

Hal tersebut karena Gus Dur lah yang mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China yang berisikan larangan perayaan Imlek secara terbuka.

Kemudian Gus Dur menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 pada 17 Januari 2000.

Sehingga warga Cina dapat menyelenggarakan kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadat.

Gus Dur Jalan-jalan di Kota Solo Sembari Bawa Poster Bertuliskan Indonesia Umat Cinta Damai

Dalam perayaan Imlek 2570/2019 di Balai Kota Surakarta, Jumat (22/2/2019) malam anak bungsu Gus Dur, Inayah Wahid membeberkan sejumlah alasan mengapa ayahnya mencabut inpres Nomor 14 Tahun 1967 tersebut.

"Gus Dur paham anaknya seperti Tionghoa, makanya orang Tionghoa dilindungi," katanya yang langsung disambut tawa tamu undangan.

"Teori kedua semakin banyak libur makanya semakin banyak undangan kongkow dan makan-makan," katanya.

Dirinya mengatakan bahwa keputusan Gus Dur tersebut merupakan keputusan yang tepat.

Namun bukan berarti terburu-buru atau sembrono.

Bedah Buku, Tiga Pembicara Paparkan Jiwa Kepemimpinan Gus Dur yang Peduli Semua Elemen Bangsa

"Hal ini lahir dari pemikiran panjang tentang kemanusiaan, Gus Dur meyakini Imlek, Konghucu dan China yang identitas yang dimiliki manusia," katanya.

"Tidak serta merta dibatasi dan dihentikan begitu saja," katanya.

Dirinya berharap dengan perayaan Imlek tahun ini semakin menyadarkan bahwa perbedaan semua individu tetap merupakan bagian dari Indonesia.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved